"Loading..."

Perhutani Gelar Groundbreaking Tanaman Tahun 2021 di Semarang

SEMARANG, PERHUTANI (24/11/2021) | Bertempat di petak 177g, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Deras, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Manggar, Desa Kedungjati, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang melakukan Groundbreaking tanaman tahun 2021, Selasa (23/11).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Administratur KPH Semarang Edi Suroso, melibatkan pejabat Perhutani KPH Semarang, segenap Kepala BKPH, Kepala RPH, karyawan-karyawati, pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), perangkat serta masyarakat Desa Klitikan. Dalam kesempatan tersebut ditanam sebanyak 11.165 plances tanaman kayu putih.

Dalam sambutannya, Administratur KPH Semarang, Edi Suroso menyatakan bahwa kegiatan penanaman tahun 2021, KPH Semarang merencanakan penanaman sebanyak 8.650.000 bibit, dengan perincian 4.500.000 berupa bibit kayu putih, 4.000.000 bibit gamal dan selebihnya jenis Jati Plus Perhutani (JPP) yang akan disebar diseluruh BKPH.

Edi Suroso berharap KPH Semarang bisa menjadi KPH Mandiri lewat keberhasilan tanaman, disamping mencoba menggali terobosan sumber-sumber lain yang dapat mendongkrak pendapatan perusahaan.

“Keberhasilan tanaman pada saatnya nanti akan menjadikan lingkungan hijau, lestari, dapat mengurangi efek pemanasan global yang tiap tahun semakin parah. Salah satu ekses pemanasan global indikatornya adalah anomali musim. Kita sudah agak kesulitan untuk menentukan kapan datangnya musim hujan seperti saat-saat dulu ketika hutan masih hijau dan lestari, dan ini sangat berpengaruh pada kegiatan penanaman yang dilakukan oleh Perum Perhutani. Oleh sebab itulah menjadi kewajiban dan tugas bersama kita untuk mensukseskan tanaman dan mengawalnya sampai tumbuh menjadi hutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Argo Mulyo Surinto menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yg dilakukan Perhutani dan berharap Groundbreaking ini akan ditindaklanjuti dengan penanaman secara massal yang kelak bisa menjadi hutan yang hijau lestari sehingga efek pemanasan global dapat ditekan. (Kom-PHT/Smg/Pay)

Editor : Ywn
Copyright©2021