KEDU SELATAN, PERHUTANI (24/10/2025) | Dalam rangka memperkuat pengamanan kawasan hutan di musim hujan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan menggelar kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial (komsos) bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Pituruh, bertempat di kantor Polsek Pituruh, Kabupaten Purworejo, pada Kamis (23/10).

Wilayah Kecamatan Pituruh secara geografis memiliki karakteristik beragam, mulai dari dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian 10–1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bagian utara wilayah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo, berupa perbukitan hingga pegunungan dengan titik tertinggi di Gunung Rawacacing (1.035 mdpl) yang masuk wilayah Desa Pamriyan — sebagian besar merupakan kawasan hutan kelolaan Perhutani KPH Kedu Selatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Purworejo, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sawangan, jajaran Polsek Pituruh, serta perwakilan petugas lapangan Perhutani.

Administratur KPH Kedu Selatan melalui Kepala BKPH Purworejo, Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan dukungan dari jajaran Polsek Pituruh dalam menjaga keamanan kawasan hutan, khususnya pada musim hujan ekstrem.

“Dengan koordinasi dan sinergi antar-stakeholder, kita dapat mengantisipasi serta meminimalisir potensi gangguan maupun bencana yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala RPH Sawangan, Panuju, juga memperkenalkan produk Perhutani berupa madu lebah hutan, yang menjadi salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) andalan Perhutani KPH Kedu Selatan.

“Perhutani berharap madu lebah hutan Perhutani semakin dikenal masyarakat dan dapat memberikan dampak ekonomi, baik bagi perusahaan maupun peternak lebah yang sebagian besar merupakan masyarakat desa sekitar hutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Pituruh, Purwanto, menegaskan bahwa sebagian besar wilayah administratif Polsek Pituruh berada dalam kawasan hutan. Karena itu, ia menilai pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan.

“Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk mendukung keberlanjutan fungsi dan manfaat hutan. Kami juga mendorong edukasi kepada masyarakat desa hutan agar dapat memanfaatkan kawasan hutan secara produktif, misalnya melalui budidaya lebah, sementara pengolahan madunya dapat bekerja sama dengan Perhutani,” jelasnya.

Melalui kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial ini, diharapkan sinergi antara Perhutani dan aparat kepolisian semakin kuat, sehingga pengamanan kawasan hutan dan pemberdayaan masyarakat desa hutan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kds/Rwi)

Editor: Tri

Copyright © 2025