BLORA, PERHUTANI (14/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora Raya menghadiri Rapat Konsultasi Publik II dalam rangka penyusunan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Blora. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora pada Kamis (13/11).
Rapat tersebut diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Polres Blora, Kodim 0721 Blora, Komisi C DPRD Kabupaten Blora, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, BBWS Pemali Juwana, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, PT KAI Daops 4 Semarang, PLN UP3 Kudus, Baperida Kabupaten Blora, DPUPR, Perhutani KPH Blora Raya, Kadin, Hipmi, Apdesi, serta berbagai stakeholder lain yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
Plt. Kepala DPUPR Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Huda, dalam sambutannya menegaskan bahwa revisi RTRW merupakan dokumen fundamental yang akan menjadi pijakan arah pembangunan wilayah Blora untuk jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa penyusunan RTRW harus dilakukan secara komprehensif sebagai upaya koreksi dan mitigasi terhadap isu-isu strategis yang mencakup aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan penataan ruang. “Dokumen ini membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar hasilnya lebih kuat dan relevan,” katanya.
Perwakilan DPRD Kabupaten Blora, Aditya, juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan forum konsultasi publik ini. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka sehingga revisi RTRW benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan daerah. “Kita berharap dokumen ini dapat menjadi pijakan kuat untuk kemajuan Kabupaten Blora,” ujarnya.
Dari Perhutani, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis KPH Blora Raya, Wachid Suhartono, menyoroti pentingnya integrasi potensi kehutanan, pertanian, minyak dan gas, hingga pariwisata dalam penyusunan tata ruang wilayah. Ia menegaskan bahwa Perhutani mendukung penuh proses penyusunan RTRW yang mampu mengarahkan Blora menjadi kawasan industri berbasis migas dan agrobisnis yang maju, aman, nyaman, produktif, serta berkelanjutan. “Perhutani siap bersinergi dan berkontribusi dalam penyelarasan tata ruang yang berpihak pada kemajuan daerah,” katanya.
Melalui kehadiran berbagai pihak dalam forum konsultasi ini, proses revisi RTRW diharapkan berjalan lebih partisipatif, akurat, dan mampu menghasilkan dokumen yang tidak hanya sesuai kebutuhan pembangunan masa kini, tetapi juga adaptif terhadap tantangan di masa mendatang. (Kom-PHT/Blr/Ist)
Editor: Tri
Copyright © 2025