PADANGAN, PERHUTANI (04/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan mendukung kegiatan koordinasi dan sosialisasi perluasan pengembangan kawasan tebu tahun 2026 yang dilaksanakan bersama instansi terkait dan para pemangku kepentingan, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional serta optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan, di wilayah kerja KPH Padangan, Rabu (04/02).
Kegiatan tersebut diikuti unsur Perhutani, instansi pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan bidang pertanian dan perkebunan tebu. Dalam forum ini dibahas rencana perluasan areal tebu, mekanisme pelaksanaan di lapangan, serta komitmen bersama menjaga kelestarian hutan dan keseimbangan lingkungan.
Administratur Perhutani KPH Padangan melalui Kepala Seksi Madya Perencanaan Sumber Daya Hutan (SDH) dan Pengembangan Bisnis, Supriyadi, menyampaikan bahwa Perhutani pada prinsipnya mendukung program pengembangan tebu selama dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta mengedepankan prinsip pengelolaan hutan lestari. Menurutnya, sinergi dan koordinasi yang baik antar pihak sangat penting agar program ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan fungsi ekologis hutan.
“Perhutani siap mendukung dan berkolaborasi dalam pengembangan kawasan tebu tahun 2026, dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan memperhatikan tata kelola kawasan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi dan sosialisasi perluasan pengembangan kawasan tebu tahun 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro.
“Kami mengapresiasi dukungan Perhutani dalam program ini. Dengan koordinasi yang baik dan pelaksanaan yang sesuai ketentuan, diharapkan pengembangan kawasan tebu tahun 2026 dapat mendukung kesejahteraan petani sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Zaenal Fanani.
Melalui kegiatan koordinasi dan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait rencana pengembangan kawasan tebu, sehingga pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan tertib, terarah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan serta mendukung pembangunan sektor pertanian secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Pdg/SA).
Editor:Lra
Copyright©2026