PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI, (14/01/2025) | Komitmen untuk mendukung aksesibilitas masyarakat di wilayah pelosok kembali diwujudkan melalui sinergi lintas instansi. Administratur KPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono, hadir langsung memenuhi undangan Kapolres Pekalongan dalam acara peresmian Jembatan Presisi yang berlokasi di Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang, pada Selasa (13/01).
Jembatan ini memiliki peran vital sebagai penghubung wilayah yang selama ini sulit dijangkau, terutama karena letak geografis Desa Trajumas yang bersinggungan langsung dengan kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perhutani.
Dalam sambutannya saat meresmikan jembatan tersebut, Kapolres Pekalongan menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur ini didasarkan pada kebutuhan mendesak warga akan akses yang aman dan layak. “Jembatan Presisi ini adalah salah satu jembatan yang digunakan oleh masyarakat maupun siswa sekolah. Ini juga merupakan jalur ekonomi masyarakat dan jalur pertanian, sehingga kita bisa berkumpul untuk meresmikan jembatan ini,” tegasnya.
Kehadiran Administratur KPH Pekalongan Timur dalam peresmian ini menegaskan dukungan Perhutani terhadap pembangunan daerah, khususnya yang berbatasan dengan kawasan hutan. Sugeng Bowo Leksono menyampaikan bahwa jembatan ini akan mempermudah koordinasi pengelolaan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Polri dalam membangun Jembatan Presisi ini. Bagi Perhutani, akses ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi bagi masyarakat desa hutan. Dengan jembatan yang layak, mobilitas hasil pertanian dan akses pendidikan bagi anak-anak sekolah menjadi lebih lancar. Kami berharap jembatan ini dijaga bersama demi kemajuan ekonomi di wilayah Kandangserang,” ujarnya.
Desa Trajumas merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian dan kehutanan yang besar. Sebelum adanya Jembatan Presisi, warga seringkali mengalami kendala saat musim hujan atau ketika membawa hasil bumi.
Kini, dengan diresmikannya jembatan tersebut, diharapkan distribusi hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan hasil tani masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat dan biaya angkut yang lebih murah. Acara peresmian ini diakhiri dengan pemotongan pita dan peninjauan langsung kondisi jembatan oleh Kapolres Pekalongan bersama Administratur KPH Pekalongan Timur dan unsur Muspika setempat. (Kom-PHT/Pkt/Ran).
Editor: Tri
Copyright © 2026