JATIROGO, PERHUTANI (19/06/24) | Dalam upaya meningkatkan keamanan wilayah hutan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo, khususnya di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bate, mengadakan acara urun rembuk dan ngopi bareng dengan para pemangku kepentingan wilayah Kecamatan Senori. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Kaligede, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, pada Rabu (19/06).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala KPH Jatirogo, Choirul Huda, beserta jajarannya, serta perwakilan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Senori, Komando Rayon Militer (Koramil) Senori, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah BKPH Bate, sejumlah pejabat pemerintah desa, serta tokoh masyarakat dan pemuda.
Dalam sambutannya, Kepala KPH Jatirogo, Dedy Siswandhi, melalui Wakilnya Choirul Huda, menyampaikan pentingnya koordinasi dan diskusi bersama antara Perhutani dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan keamanan dan kondusifitas wilayah. “Kami selalu menggandeng lembaga terkait, termasuk TNI-Polri, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat serta pemuda untuk bersama-sama menjaga dan memberikan edukasi kepada warga sekitar hutan,” ujar Huda.
Huda juga menjelaskan bahwa Perhutani membuka akses Perhutanan Sosial kepada masyarakat melalui program agroforestry, yang memungkinkan masyarakat ikut berperan dalam pengelolaan hutan sambil tetap menjaga kelestariannya. “Semoga silaturahmi, kekompakan, dan persaudaraan antara TNI-Polri, LMDH, aparatur desa, tokoh masyarakat, lembaga terkait, dan Perhutani tetap terjalin dengan baik. Dengan sinergitas yang harmonis antar pelaku pengelola hutan negara, kelestarian hutan dapat terus terjaga,” pungkasnya.
Kepala Desa Kaligede, Suprapto, menyatakan bahwa pihaknya beserta Pemerintah Desa setempat akan mendukung program Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah KPH Jatirogo, khususnya di BKPH Bate. “Kami beserta jajaran akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat sekitar hutan untuk mendorong mereka agar ikut peduli serta bersama-sama menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan,” ungkap Suprapto.
Kegiatan urun rembuk dan ngopi bareng ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar instansi dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran bersama dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan. (Kom-PHT/Jtr/Eva)
Editor:Lra
Copyright©2024