PURWODADI, PERHUTANI (08/01/2026) | Dalam rangka mengawali kegiatan tebangan tahun 2026, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung melaksanakan kegiatan wiwitan tebangan yang ditandai dengan tradisi bancakan di petak 45B Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dersemi, BKPH Bandung, Selasa (07/01).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh jajaran BKPH Bandung bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Subur sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar pelaksanaan tebangan berjalan lancar, aman, serta tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan. Tebangan jati A2 di petak tersebut dilaksanakan pada lahan seluas 17,7 hektare dengan target produksi mencapai 12.245 meter kubik kayu jati.
Tradisi bancakan yang digelar sebelum kegiatan tebangan ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang terus dijaga Perhutani sebagai bentuk harmonisasi antara pengelolaan hutan, nilai budaya, dan keterlibatan masyarakat sekitar hutan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, bancakan juga menjadi sarana mempererat sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan dalam menjaga keberlanjutan fungsi hutan produksi.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Bandung, Sri Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan wiwitan tebangan bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki makna mendalam dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
“Wiwitan tebangan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya lokal. Perhutani berkomitmen melaksanakan tebangan secara terencana, sesuai kaidah kelestarian, serta melibatkan masyarakat agar manfaat hutan dapat dirasakan bersama tanpa mengabaikan keberlanjutannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala RPH Dersemi, Suratno, menuturkan bahwa seluruh tahapan tebangan telah dipersiapkan dengan matang, baik dari sisi teknis maupun aspek keselamatan kerja dan lingkungan.
“Kami memastikan kegiatan tebangan jati A2 ini dilaksanakan sesuai prosedur, dengan memperhatikan keselamatan petugas, tata usaha hasil hutan, serta upaya menjaga kondisi lingkungan agar tetap lestari pascatebangan,” ungkapnya.
Ketua LMDH Subur, Hendra Setiawan, menyambut baik pelibatan masyarakat dalam kegiatan wiwitan dan pelaksanaan tebangan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini memberikan manfaat ekonomi sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hutan.
“Keterlibatan LMDH dalam kegiatan bancakan dan tebangan menjadi bukti bahwa masyarakat desa hutan merupakan mitra Perhutani. Kami siap mendukung pengelolaan hutan yang lestari, karena hutan yang terjaga akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Melalui kegiatan wiwitan tebangan ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan nilai budaya, partisipasi masyarakat, dan prinsip kelestarian hutan dalam setiap proses pengelolaan hutan produksi secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Pwd/Aris)
Editor: Tri
Copyright © 2026