MANTINGAN, PERHUTANI (17/07/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana melaksanakan survei lokasi pekerjaan penyediaan air baku Randugunting di Kabupaten Blora pada Rabu (16/07). Kegiatan ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan air di Kecamatan Japah, Kabupaten Blora.
Survei tersebut merupakan tindak lanjut dari rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Terpadu yang berlokasi di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora dengan jarak 2 km, serta pembangunan Water Treatment Plant (WTP) yang direncanakan berada di lahan Perhutani seluas 0,460 hektare dan lahan milik warga seluas 0,360 hektare.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sub Seksi (KSS) Hukum, Kepatuhan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan, Kepala Sub Seksi Perencanaan, Kepala Sub Seksi Pengembangan Bisnis, Kepala Sub Seksi Pengukuran dan Tata Batas Kawasan II Divre Jawa Tengah, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Air Tanah dan Air Baku (SNVT ATAB), Kepala Tim Pelaksanaan Urusan Pengendalian ATAB, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyediaan Air Baku, serta PPK Pengadaan Tanah.
Administratur KPH Mantingan melalui KSS Hukum, Kepatuhan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan, Ismartoyo, menyampaikan bahwa kegiatan survei lokasi dilakukan di Petak 40 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedungbacin, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalinanas.
Ia juga menjelaskan bahwa karena luas rencana penggunaan lahan di bawah lima hektare, maka teknis persetujuan penggunaan kawasan hutan mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 Tahun 2021 yang diproses melalui persetujuan gubernur.
“Perhutani siap mendampingi dan berkolaborasi untuk kelancaran kegiatan tersebut, dengan harapan kebutuhan air di Kecamatan Japah dapat terpenuhi sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SNVT ATAB, Mustofa Mukti Hidayat, menyampaikan bahwa untuk mendukung rencana pembangunan IPA Terpadu dan WTP yang berada di lahan Perhutani serta lahan milik warga, diperlukan kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Perhutani yang bersedia mendampingi tim. Kami berharap proses ini dapat cepat dilalui agar rencana pembangunan segera dilaksanakan,” pungkasnya. (Kom-PHT/Mnt/Joy)
Editor: Tri
Copyright © 2025