PURWODADI, PERHUTANI (17/07/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan patroli keamanan hutan gabungan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggil-anggil, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk, pada Kamis (17/07), dalam upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Departemen Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Produksi Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, didampingi oleh Wakil Administratur KPH Purwodadi, Perwira Pembina Jaga Wana (Pabin Jagawana) Polres Grobogan, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk beserta jajaran, Komandan Regu Polisi Kehutanan Mobil (Polhutmob) beserta anggota, serta perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Dokoro Hutan Lestari.

Patroli dimulai dari Pos Keamanan Hutan Induk IX RPH Anggil-anggil dengan menyusuri jalur-jalur rawan gangguan keamanan hutan dan titik-titik strategis di beberapa petak. Selain menjaga kondusivitas kawasan hutan negara, patroli ini juga menjadi bagian dari pengawasan aktivitas pemanfaatan hutan secara lestari.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga meninjau lokasi panen tanaman tebu di petak 96E-3, yang merupakan bagian dari Program Tebu Kemitraan antara Perhutani dan LMDH Dokoro Hutan Lestari dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

Kepala Departemen PSDH dan Produksi Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Didiet Widhy Hidayat, menegaskan pentingnya kolaborasi antara Perhutani, aparat keamanan, dan masyarakat sekitar hutan dalam menjaga fungsi hutan negara.

“Hutan tidak hanya harus aman, tapi juga harus produktif. Melalui kolaborasi yang solid antara stakeholder kehutanan dan masyarakat desa hutan, kita dapat menciptakan ekosistem hutan yang lestari dan berkontribusi langsung pada perekonomian rakyat,” ungkapnya.

Wakil Administratur KPH Purwodadi, Toto Suwaranto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas lembaga untuk menjaga keamanan hutan sekaligus mengawal produktivitas kawasan hutan.

“Perhutani memastikan bahwa pengelolaan hutan berjalan sesuai prinsip kelestarian. Melalui patroli terpadu seperti ini, tidak hanya aspek keamanan yang kami jaga, tetapi juga keberlanjutan program-program produktif seperti agroforestry tebu yang menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Perwira Pembina Jaga Wana Polres Grobogan, Wahyu Setiawan, menyatakan komitmen kepolisian dalam mendukung tugas perlindungan hutan. “Polres Grobogan melalui Pabin Jaga Wana akan terus mendukung langkah-langkah Perhutani dalam pengamanan hutan. Keamanan kawasan hutan adalah bagian dari keamanan wilayah, dan kami siap bersinergi dalam setiap patroli dan penegakan hukum,” jelasnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang koordinasi lapangan antara petugas keamanan hutan dan masyarakat desa hutan agar pengelolaan kawasan hutan berjalan secara adil, lestari, dan memberi manfaat nyata baik secara ekologi, ekonomi, maupun sosial. (Kom-PHT/Pwd/Aris)

Editor: Tri

Copyright © 2025