PROBOLINGGO, PERHUTANI (28/07/2025) | Dalam sebuah manifestasi spiritualitas dan penguatan ikatan sosial lingkungan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo menyelenggarakan kegiatan istighasah dan do’a bersama, yang dihelat dengan khidmat serta menjadi medium untuk memanjatkan doa bersama sekaligus mempererat jalinan silaturahmi antara Perhutani dengan elemen masyarakat lokal, khususnya Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan para tokoh masyarakat, bertempat di lanskap pesisir Pantai Tampora, pada Jum’at (25/07).

Acara yang berlangsung di bawah naungan semilir angin pantai dan panorama laut Jawa yang menawan, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perum Perhutani KPH Probolinggo Akhmad Faizal beserta jajaran, perwakilan dari berbagai LMDH yang bermitra dengan Perhutani, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang dihormati di wilayah Kabupaten Situbondo. Kehadiran beragam elemen ini menggarisbawahi komitmen bersama dalam menjaga harmoni alam dan sosial.

Kepala Perum Perhutani KPH Probolinggo Akhmad Faizal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur atas karunia alam yang melimpah sekaligus memohon keberkahan dan kelancaran dalam pengelolaan hutan.

“Doa bersama ini bukan hanya ritual spiritual, melainkan juga simbol dari komitmen kami untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan hutan dan pesisir. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya LMDH agar program-program pengelolaan hutan berbasis masyarakat dapat berjalan optimal,” ungkapnya.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi sebagai pilar utama dalam mencapai tujuan pembangunan kehutanan yang lestari dan inklusif.

Para tokoh agama yang hadir secara bergantian memimpin istigasah dan doa, memohon keselamatan, kemakmuran serta keberkahan bagi masyarakat Situbondo dan kelestarian ekosistem hutan serta laut. Suasana khusyuk menyelimuti area Pantai Tampora saat lantunan doa menggema, menciptakan atmosfer persatuan dalam tujuan mulia.

Salah satu perwakilan dari LMDH, yakni Ketua LMDH Wirabrata Desa Kalianget Arjo, mengapresiasi inisiatif Perhutani dalam mengadakan acara ini.

“Kegiatan semacam ini sangat penting untuk memperkuat ikatan emosional dan spiritual antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. Ini menunjukkan bahwa Perhutani tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan, tetapi juga peduli terhadap dimensi sosial dan spiritual masyarakatnya, dan kami siap menjadi garda terdepan dalam mendukung program konservasi dan pemanfaatan hutan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pantai Tampora, yang dipilih sebagai lokasi acara, juga merefleksikan urgensi sinergi antara pengelolaan hutan daratan dan konservasi ekosistem pesisir. Perhutani memiliki peran strategis dalam menjaga integritas ekologis dari hulu hingga hilir, termasuk area mangrove dan pesisir yang krusial bagi keberlanjutan lingkungan dan mata pencaharian masyarakat setempat.

Kegiatan doa bersama dan istighasah ini diharapkan tidak hanya membawa berkah spiritual, tetapi juga menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun program-program kolaboratif yang lebih konkret di masa mendatang. Sinergi antara Perhutani, masyarakat dan LMDH merupakan kunci untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi kesejahteraan bersama di Situbondo. (Kom-PHT/Pbo/Tan)

Editor:Lra
Copyright©2025