ANTARANEWS.COM (22/08/2025) | LAZNAS BMH dan Perhutani menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk budidaya pisang Cavendish, pada Rabu (20/8). Program yang sudah berjalan sejak awal 2025, dan dijadwalkan panen perdana pada Oktober 2025.

“Alhamdulillah, program ini berkembang positif. Oktober nanti, insya Allah kita bisa menyaksikan panen perdana,” ujar Direktur Marketing BMH, Zainal Abidin, dalam keterangannya, Jumat.

Ia menegaskan kesiapannya berkomitmen menjalankan program ini sebaik-baiknya agar pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin berkualitas.

Kadiv Keuangan Perhutani Ahmad menegaskan pentingnya keberlanjutan dan dampak nyata program.

“Kami berharap BMH dapat memastikan program berjalan baik. Yang tak kalah penting, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan santri binaan BMH. Kalau berhasil, ini akan jadi contoh yang bisa kita laporkan ke kementerian dan terus kita lanjutkan,” kata Ahmad.

Lebih dari sekadar budidaya, program ini juga membuka peluang pemberdayaan. Salah satunya dialami seorang kepala keluarga di Sidoarjo, Jawa Timur. Jika sebelumnya ia menggantungkan hidup sebagai pemulung, kini ia terampil mengelola dan merawat tanaman pisang Cavendish yang dikembangkan bersama BMH. Pertemuan di Jakarta ini pun ditutup dengan penandatanganan PKS antara BMH dan Perhutani.

Kolaborasi ini diharapkan tak hanya menghasilkan panen pisang berkualitas, tetapi juga menjadi model kemitraan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Sumber : antaranews.com