BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (29/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur menggelar aksi penanaman pohon bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PT Indonesia Power, serta masyarakat setempat di kawasan Telaga Dringo, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, pada Rabu (27/08).
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali Lc, menegaskan bahwa upaya menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu merupakan kebutuhan mendesak.
“Konservasi adalah kebutuhan primer. Tidak cukup hanya dengan pengerukan sedimentasi. DAS Serayu harus dijaga karena manfaatnya sangat besar, baik untuk pertanian maupun pariwisata. Dari hulu hingga hilir, Serayu menjadi penopang kehidupan,” ujarnya.
Direktur Utama PT PLN Indonesia Power, Bernandus Sudarmanta, menambahkan bahwa kerusakan hulu Serayu berdampak serius terhadap keberlangsungan Waduk Mrica.
“Waduk ini dirancang beroperasi 50 tahun, tetapi baru 30 tahun kapasitasnya tinggal 10 persen akibat sedimentasi. Jika tidak ada langkah nyata, satu dua tahun lagi waduk bisa tidak berfungsi. Ini ancaman serius, mulai dari kekurangan air, banjir, hingga longsor,” jelasnya.
Dari KLHK, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air, Witono, menyebut bahwa DAS Serayu merupakan penopang utama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica.
“Kita harus merawat DAS Serayu dengan pendekatan pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media. Model kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.
Sosiolog sekaligus tokoh konservasi, Imam Prasodjo, mengapresiasi Pemerintah Banjarnegara yang telah menetapkan SK Kabupaten Konservasi sebagai payung hukum pelestarian lingkungan. “SK ini sangat penting agar semakin banyak pihak bisa terlibat. Masa depan energi dan lingkungan ada di tangan kita. Menjaga hutan, air, dan energi adalah tugas bersama,” ungkapnya.
Administratur KPH Banyumas Timur, Mochamad Risqon, turut menyampaikan dukungan Perhutani terhadap kolaborasi berbagai pihak, di antaranya KLHK, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, PT PLN Indonesia Power, akademisi, tokoh konservasi, serta komunitas pecinta alam.
“Pengelolaan hutan berkelanjutan adalah salah satu pilar ekonomi hijau. Hutan bukan hanya sumber daya, tetapi juga penopang ekosistem dan kehidupan masyarakat. Perhutani berkomitmen menjaga kelestarian hutan sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya. (Kom-PHT/Byt/Str)
Editor: Tri
Copyright © 2025