PARENGAN, PERHUTANI (08/09/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Singgahan dan Pemerintah Desa Sidonganti terkait pengamanan hutan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Mulyoagung, bertempat di Balai Desa Sidonganti pada Minggu (7/9).
Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian hutan negara dari ancaman kerusakan dan aktivitas ilegal. Dalam forum itu dibahas strategi pengamanan bersama, mulai dari pencegahan pencurian kayu, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, hingga penertiban perambahan kawasan hutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat desa sekitar hutan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kolaborasi antara Perhutani, pemerintah desa, dan aparat kepolisian, diharapkan tercipta pengawasan yang lebih efektif serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.
Asisten Perhutani (Asper) BKPH Mulyoagung, Eko Purwanto, yang mewakili Administratur KPH Parengan, menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan hutan sangat bergantung pada kolaborasi yang solid antar stakeholder.
“Perhutani tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari pemerintah desa dan aparat penegak hukum sangat penting untuk menjaga hutan kita dari tindakan ilegal seperti pembalakan liar, perambahan, dan kebakaran hutan. Kami berharap koordinasi ini dapat memperkuat pengawasan bersama,” ujarnya
Sementara itu, Kapolsek Singgahan AKP Rukandar menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung pengamanan hutan sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
“Kami siap mendukung penuh Perhutani dalam pengamanan hutan. Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan kehutanan akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, pendekatan persuasif kepada masyarakat juga penting untuk meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya hutan,” ucap AKP Rukandar.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Sidonganti Achmad menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung upaya pelestarian lingkungan, baik melalui sosialisasi kepada masyarakat maupun pelibatan warga dalam kegiatan ronda dan patroli hutan.
“Kami akan bantu dari sisi sosialisasi dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan yang ada di sekitar desa kami. Hutan bukan hanya milik Perhutani, tapi juga aset bersama yang harus dijaga untuk anak cucu kita,” ujar Achmad.
Melalui koordinasi ini, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat komunikasi dan aksi kolaboratif di lapangan demi mewujudkan hutan yang aman, lestari, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.(Kom-PHT/Prg/Dgm)
Editor:Lra
Copyright©2025