SUKABUMI, PERHUTANI (24/10/2025) | Guna mengantisipasi dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia dalam pengelolaan hutan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi gencar melakukan sosialisasi Environmental and Social Risk Assessment (ESRA).
Kegiatan ini secara khusus menyoroti risiko penggunaan pestisida kimia terhadap kesehatan manusia, keseimbangan ekosistem, serta kesuburan tanah dalam jangka panjang. Sosialisasi dilaksanakan pada Kamis (23/10).
Dalam pemaparannya, Kepala Seksi PSDH KPH Sukabumi, Mamat Surahmat, yang didampingi Kepala Subseksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) Sri Herlina, Asper KBKPH Bojonglopang, Iman, serta jajarannya, menegaskan pentingnya kesadaran akan bahaya laten yang ditimbulkan oleh pestisida kimia.
“Paparan pestisida kimia tidak hanya berisiko bagi kesehatan para pekerja—seperti keracunan akut atau gangguan pernapasan—tetapi juga memiliki efek residual yang merusak lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mamat menjelaskan bahwa residu kimia dapat meresap ke dalam tanah, membunuh mikroorganisme yang berperan penting dalam menjaga kesuburan, mencemari sumber air, serta mengganggu rantai makanan satwa liar di dalam hutan.
“Dalam jangka panjang, tanah bisa menjadi tandus dan biota hutan terganggu, yang justru merugikan produktivitas hutan itu sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Iman, Asper KBKPH Bojonglopang, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut dan menekankan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap bagi pekerja lapangan.
“Penggunaan sarung tangan, masker, kacamata, dan pakaian berlengan panjang merupakan langkah proteksi dasar yang wajib dipatuhi demi keselamatan kerja,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Haerudin, salah satu mitra Perhutani, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini penggunaan pestisida kimia sering dipilih karena kecepatan hasil tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
“Selama ini fokus kami hanya pada hasil. Hama datang, kami semprot dengan pestisida kimia yang cepat dan ampuh, tanpa memikirkan dampak bagi tanah dan kesehatan kami. Ke depan, kami berkomitmen untuk mengurangi penggunaannya secara bertahap dan mulai mempelajari pembuatan pestisida organik. Memang butuh usaha lebih, tetapi ini demi keselamatan bersama dan generasi mendatang,” tegasnya.
Melalui langkah proaktif ini, Perhutani KPH Sukabumi berharap dapat menekan dampak negatif kegiatan kehutanan, meningkatkan keselamatan kerja, serta menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan. (Kom-PHT/SMI/Chen)
Editor : EM
Copyright@2025