KEDIRI, PERHUTANI (31/10/2025) |Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri bersama pemangku kepentingan terkait menggelar sosialisasi pencegahan pendirian bangunan ilegal serta pemasangan rambu peringatan rawan longsor di Jalur Lintas Selatan (JLS), RPH Watulimo, BKPH Bandung, Kabupaten Trenggalek, Kamis (30/10).

Kegiatan ini diikuti Wakil Administratur Kediri Selatan Hermawan, Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek Stefanus Triadi Atmono beserta jajaran, Asper BKPH Bandung Edi Purnomo, KRPH Watulimo, Gapoktanhut Rimba Madu Sejahtera, serta perwakilan pedagang kuliner JLS.

Wakil Administratur Kediri Selatan Hermawan, mewakili Administratur Perhutani KPH Kediri, menyampaikan terima kasih atas sinergi BPBD Trenggalek dan masyarakat dalam mendukung pemasangan rambu larangan dan imbauan tersebut.

“Kegiatan ini penting sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan, khususnya risiko longsor dan pemanfaatan kawasan hutan sesuai aturan. Rambu-rambu dipasang di area Bukit Salam dan Pantai Genjor agar masyarakat memahami ketentuan dalam kawasan hutan yang dikelola Perhutani,” ujarnya.

Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyampaikan bahwa kegiatan bersama ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keselamatan publik. “Pemasangan rambu ini untuk mengingatkan pengendara agar berhati-hati dan mengurangi kecepatan di titik rawan longsor. Semoga edukasi ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya saat musim hujan dan menjaga JLS tetap aman dan lancar,” pungkasnya. (Kom-PHT/Kdr/Ton)

Editor:Lra
Copyright©2025