Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menjelaskan bahwa penanaman pohon pinus di kawasan yang juga digunakan untuk pengembangan kopi rakyat merupakan strategi untuk mendukung diversifikasi pendapatan perusahaan dan masyarakat. “Melalui sistem agroforestry, tanaman kopi dan pinus dapat tumbuh berdampingan secara harmonis, menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurut dia sistem penanaman seperti ini, diharapkan prinsip Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera dapat terwujud, karena memang Perhutani ingin mengajak masyarakat mengelola hutan secara produktif tanpa meninggalkan nilai konservasi,” imbuh Munir.
Kepala Desa Baderan, Ruslan Jhoni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Perhutani terhadap masyarakat dan lingkungan. Menurutnya, sosialisasi ini memberikan pemahaman penting bagi warga tentang pengelolaan hutan berbasis kemitraan yang tetap menjaga fungsi ekologis.
“Program agroforestry ini sangat membantu. Selain membuka peluang ekonomi bagi warga, program ini juga menjaga kelestarian hutan,” ungkap Ruslan.
Sementara Ketua LMDH Argopuro Makmur, Jamaludin, menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan agroforestry. Ia berharap kemitraan melalui PKS Agroforestry yang disepakati sebulan lalu berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta kelestarian hutan di Desa Baderan.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sumber daya hutan, serta memperkuat kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat. Langkah ini menjadi contoh praktik pengelolaan hutan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial, sejalan dengan semangat Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera. (Kom-PHT/Bdw/Mam)