SUMEDANG, PERHUTANI (07/11/2025) | Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pola pengelolaan hutan bersama, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sumedang bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Nanggerang pada Rabu (05/11) sepakat melaksanakan kerja sama agroforestri tanaman kopi di kawasan hutan seluas 20,90 hektar melalui skema Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP).

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani oleh Administratur/KKPH Sumedang, Avid Rollick, dan Ketua LMDH Nanggerang, Abdul Haris, bertempat di Kantor Perhutani KPH Sumedang. Penandatanganan disaksikan oleh jajaran manajemen KPH Sumedang serta pengurus LMDH Nanggerang.

Administratur/KKPH Sumedang, Avid Rollick, menjelaskan bahwa lokasi kerja sama berada di petak 17A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Genteng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Manglayang Timur, KPH Sumedang, Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, yang secara administratif pemerintahan masuk wilayah Desa Nanggerang, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.

“Kerja sama ini merupakan langkah Perhutani untuk mengakomodir kepentingan masyarakat sekitar hutan yang tergabung dalam LMDH Nanggerang, di mana sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan menggantungkan hidupnya pada sumber daya hutan,” jelas Avid.

Avid menegaskan bahwa seluruh kegiatan dalam kerja sama ini harus berpedoman pada isi perjanjian, dengan tetap mengutamakan aspek kelestarian lingkungan.

“Ketentuan yang tertuang dalam perjanjian agar dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pemanfaatan hutan untuk budidaya tanaman kopi, serta senantiasa memperhatikan aspek kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Nanggerang, Abdul Haris, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh Perhutani untuk bekerja sama dalam kegiatan agroforestri ini.

“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan. Hak dan kewajiban sebagaimana tertuang dalam perjanjian akan kami sosialisasikan kepada seluruh anggota. Kami juga berkomitmen untuk menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan hutan di lokasi kerja sama,” ungkap Haris.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus memperkuat upaya pelestarian hutan melalui pola agroforestri yang berkelanjutan. (Kom-PHT/Smd/Jey)


Editor: EM
Copyright © 2025