PARENGAN, PERHUTANI (28/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tuban menggelar rapat koordinasi di Kantor Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Montong, Jumat (28/11).

Pertemuan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya serangan hama tikus yang membuat sebagian besar petani di wilayah Montong hingga Parengan belum dapat memulai musim tanam.

Mewakili Administratur Perhutani KPH Parengan, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Montong Perhutani Parengan, Dulkamid, menyampaikan bahwa koordinasi ini menjadi langkah penting dalam menyatukan strategi penanganan bersama para pihak.

“Perhutani akan menurunkan tim untuk mendukung kegiatan gropyokan serta memantau kawasan hutan di sekitar area terdampak. Kami siap berkolaborasi penuh dalam penanganan serangan hama tikus yang saat ini sangat mengganggu aktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa dalam beberapa pekan terakhir, populasi hama tikus meningkat tajam di lahan garapan hingga memasuki area perbatasan hutan negara. Kondisi ini merusak lahan dan benih yang baru ditebar, sehingga proses tanam terpaksa tertunda, pungkasnya

Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Indah, menambahkan bahwa pihaknya memberi perhatian serius terhadap meningkatnya serangan hama tikus di wilayah Montong hingga Parengan. “Serangan tahun ini berada pada level mengkhawatirkan. Selain menunda musim tanam, kondisi ini berpotensi menurunkan produktivitas pertanian jika tidak segera ditangani. Bersama Perhutani, kami menyusun langkah terpadu yang agresif dengan melibatkan penyuluh, kelompok tani, dan LMDH,” jelasnya.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, diharapkan pengendalian hama tikus dapat berjalan efektif sehingga proses tanam dapat kembali normal dan produktivitas pertanian pulih. Sinergi antara Perhutani, Dinas Pertanian, dan para petani menjadi kunci menghadapi tantangan ini demi menjaga ketahanan pangan daerah.

Menindaklanjuti situasi tersebut, Perhutani Parengan dan Dinas Pertanian menyepakati langkah cepat dan terkoordinasi. Sejumlah rencana penanganan yang dibahas antara lain gropyokan massal, pemasangan perangkap, pengasapan, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang melibatkan kelompok tani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan para penyuluh pertanian. (Kom/PHT/Prg/Dgm)

Editor:Lra
Copyright©2025