SURAKARTA, PERHUTANI (30/11/2025) | Upaya rehabilitasi kawasan hutan di jalur pendakian Gunung Lawu via Cetho terus diperkuat melalui kegiatan penanaman bersama yang melibatkan MPA Pager Lawu Kecamatan Jenawi, Perum Perhutani KPH Surakarta, Relawan Gentar, Relawan Rengganis, serta unsur Muspika Kecamatan Jenawi. Kegiatan yang berlokasi di Petak 2 RPH Nglerak ini menjadi bagian dari gerakan pemulihan ekosistem hulu sekaligus penguatan fungsi lindung jalur pendakian yang selama ini menjadi salah satu akses favorit wisata alam. Sebanyak 2.300 bibit ditanam dalam kegiatan ini, terdiri atas 600 batang kopi, 500 batang eukaliptus, 500 batang damar, dan 700 batang puspa.
Administratur Perhutani KPH Surakarta melalui Kepala BKPH Lawu Utara, Rohaniyatun, menyampaikan bahwa penanaman ini bukan hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga menyasar aspek konservasi air, perlindungan tanah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa jenis bibit yang ditanam memiliki fungsi ekologis dan ekonomis. Kopi diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat, sementara puspa, damar, dan eukaliptus berperan sebagai penguat tanah, penyangga air, dan pelindung jalur pendakian. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan investasi jangka panjang bagi keseimbangan hutan Lawu.
Ketua MPA Pager Lawu sekaligus Ketua LMDH Ngudi Lestari, Suwarto, menegaskan bahwa keterlibatan relawan dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan konservasi. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin jalur pendakian hanya ramai dikunjungi, tetapi juga dirawat bersama. Penanaman ini menjadi bentuk tanggung jawab moral para pegiat alam. Setelah penanaman, pihaknya berkomitmen melakukan pemantauan dan penyulaman agar bibit dapat tumbuh dengan baik.
Melalui kolaborasi lintas unsur ini, diharapkan hutan Gunung Lawu semakin lestari, jalur pendakian lebih aman dari potensi longsor dan kekeringan, serta masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat ekonomi dari hasil tanaman produktif. Ke depan, sinergi antara Perhutani, relawan, Muspika, dan komunitas pecinta alam diharapkan terus berkelanjutan demi menjaga Lawu sebagai benteng ekologi sekaligus ruang hidup bersama. (Kom-PHT/Ska/Mar)
Editor: Tri
Copyright © 2025