TASIKMALAYA, PERHUTANI (01/12/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya bersama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha dan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI melaksanakan penanaman 1.000 pohon di kawasan hutan lindung sebagai upaya memperkuat pemulihan ekosistem hutan. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (28/11) di Petak 12E–13 RPH Ciawi, BKPH Tasikmalaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaboratif yang menekankan pentingnya rehabilitasi kawasan, khususnya pada titik-titik yang membutuhkan peningkatan tutupan hijau serta perbaikan kualitas lingkungan.
Jenis pohon yang ditanam merupakan kelompok Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang memiliki manfaat ekologis sekaligus potensi produktif, yaitu Alpukat (Persea americana), Nangka (Artocarpus heterophyllus), dan Mangga (Mangifera indica). Pemilihan jenis MPTS dilakukan untuk memastikan keberlanjutan ekosistem hutan sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur/KKPH Tasikmalaya Danu Prasetyo beserta jajaran, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Agung Lukman beserta tim, manajemen PGE Area Karaha, pengurus Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP) Cabang Tasikmalaya, serta perwakilan masyarakat sekitar.
Administratur KPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman tersebut merupakan langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan lindung.
“Penanaman 1.000 pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud komitmen kami dalam menjaga kawasan hutan agar tetap berfungsi sebagai penyangga lingkungan dan sumber kehidupan. Fokus kami bukan hanya menanam, tetapi memastikan seluruh bibit dipelihara dengan baik agar tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI, Agung Lukman, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama pada kawasan hutan lindung.
“Kerja sama seperti ini adalah kunci dalam menjaga keseimbangan ekologi. Tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri. Ketika pemerintah, Perhutani, mitra usaha, dan masyarakat bergerak bersama, kualitas lingkungan akan lebih terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi,” ungkapnya.
Melalui penanaman 1.000 pohon ini, seluruh pihak berharap dapat meningkatkan kualitas tutupan lahan, memperkuat daya dukung lingkungan, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.(Kom-pht/TSM/Irbas)
Editor: EM
Copyright © 2025