PURWODADI, PERHUTANI (09/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sendang Wangi Agung, melakukan kegiatan pengembangan wisata Sendang Wangi pada Selasa (09/12), sebagai upaya meningkatkan potensi wisata alam berbasis pemberdayaan masyarakat desa hutan.

Sendang Wangi yang berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, dikenal sebagai objek wisata mata air alami yang unik karena airnya mengeluarkan aroma wangi. Selain itu, sumber air tersebut mengandung belerang dingin dan diyakini warga memiliki khasiat untuk pengobatan alami, seperti penyembuhan penyakit kulit serta terapi kesehatan tubuh.

Kawasan wisata yang berada di wilayah kerja Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pekuwon, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung, tersebut saat ini tengah dikembangkan menjadi destinasi wisata alam edukatif dengan konsep pengelolaan kolaboratif bersama masyarakat desa hutan. Selain perbaikan fasilitas dasar seperti kamar mandi, gazebo, jalur wisata, dan papan informasi edukasi, ke depan juga akan dilakukan penataan areal dan promosi wisata berkelanjutan.

Administratur KPH Purwodadi, melalui Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Yunasri, menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen mendukung penuh upaya pengembangan Sendang Wangi agar menjadi wisata unggulan desa.

“Sendang Wangi memiliki potensi besar sebagai objek wisata alam yang memiliki ciri khas dan nilai kesehatan. Perhutani akan terus bersinergi dengan masyarakat melalui LMDH untuk mengembangkan kawasan ini, sehingga dapat meningkatkan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian hutan,” jelasnya.

Ketua LMDH Sendang Wangi Agung, Agus Susilo, berharap pengembangan wisata tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

“Wilayah wisata ini dikelola bersama masyarakat desa hutan. Harapannya, semakin banyak pengunjung datang, semakin besar pula peluang usaha bagi warga sekitar, seperti warung UMKM, pemandu wisata, hingga jasa parkir,” ungkapnya.

Salah satu pengunjung, Wati, warga Kecamatan Kradenan, yang terlihat menikmati suasana Sendang Wangi, turut memberikan kesan positif.

“Tempat ini alami sekali dan airnya unik, bikin badan terasa segar. Kalau fasilitasnya ditambah, saya yakin banyak orang akan datang lagi ke sini,” ujarnya.

Melalui pengembangan berkelanjutan dan sinergi antara Perhutani serta masyarakat desa hutan, Sendang Wangi, diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam edukatif yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat. (Komp-PHT/Pwd/Aris).

Editor: Tri

Copyright © 2025