PROBOLINGGO, PERHUTANI (11/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo menunjukkan komitmennya memperkuat hubungan sosial dan keagamaan dengan menghadiri Haul Akbar Keluarga Besar Pesantren Zainul Hasan Genggong. Kegiatan berlangsung di halaman Pusat Pembangunan Pendidikan Pondok Pesantren (P5) Genggong, Selasa (09/12).
Acara Haul Akbar turut dihadiri Bupati Probolinggo sekaligus Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, K.H. Muhammad Haris Damanhuri Romly (Gus Haris), Kepala Divisi Regional Jawa Timur Wawan Triwibowo, Administratur Perhutani KPH Probolinggo Akhmad Faizal beserta jajaran, Administratur Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir, serta ribuan jamaah dari berbagai wilayah.
Haul Akbar ini digelar untuk mengenang para masyayikh yang telah menjadi pilar sejarah Pesantren Zainul Hasan Genggong, di antaranya Almarhum K.H.M. Damanhuri Romly, K.H. Moh. Hasan, K.H. Romly Tamin, K.H. Hasan Saifoourridzall, serta tokoh-tokoh lain yang berjasa dalam perjalanan pesantren.
Administratur Perhutani KPH Probolinggo, Akhmad Faizal, menyampaikan bahwa kehadiran Perhutani dalam Haul Akbar merupakan bentuk dukungan sekaligus upaya memperkuat hubungan dengan para tokoh masyarakat dan pesantren—mitra strategis dalam menjaga harmoni sosial di wilayah sekitar hutan.
“Haul Akbar ini bukan hanya momentum untuk mendoakan para pendahulu, tetapi juga sarana memperkuat sinergi antara Perhutani, pemimpin daerah, ulama, dan masyarakat. Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga komunikasi dan kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Gus Haris menegaskan bahwa Haul Akbar menjadi wujud syukur dan penghormatan kepada para sesepuh pesantren yang telah mewariskan ilmu, perjuangan, dan teladan. Ia berharap kegiatan ini terus memperkuat spiritualitas dan nilai-nilai kebersamaan umat.
Haul Akbar Pesantren Zainul Hasan Genggong dikenal sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar di Probolinggo yang setiap tahun dihadiri ribuan jamaah dan alim ulama dari berbagai daerah. Selain sebagai tradisi keagamaan, haul ini menjadi wadah mempererat ukhuwah islamiyah dan memperkuat peran pesantren sebagai pusat dakwah dan pendidikan.
Perhutani berharap sinergi dengan masyarakat dan pesantren terus terjaga, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dalam mendukung kelestarian hutan dan lingkungan serta pembangunan sosial yang berkelanjutan. (Kom-PHT/Pbo/Tan)
Editor:Lra
Copyright©2025