SUKABUMI, PERHUTANI (15/12/2025) | Dalam rangka memperkuat peran generasi muda dalam pelestarian lingkungan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi menyelenggarakan kegiatan penerimaan anggota baru Saka Wanabakti. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Perhutani KPH Sukabumi pada Minggu (14/12) dan dipandu oleh Pamong Saka Wanabakti.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Perhutani, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cabang Dinas Kehutanan (CDK), serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), yang masing-masing menyampaikan materi dengan pendekatan berbeda namun saling melengkapi dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya hutan.
Pada sesi pertama, Perhutani KPH Sukabumi yang diwakili oleh Chendra Eka Permana selaku Pamong Saka Wanabakti menekankan pentingnya aksi pelestarian lingkungan yang dimulai dari lingkungan terdekat.
“Menjaga hutan tidak selalu harus dilakukan di dalam kawasan hutan. Langkah konkret dapat dimulai dari rumah, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menanam pohon di pekarangan masing-masing,” ujarnya. Pesan tersebut bertujuan mendorong para peserta untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan secara praktis dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi berikutnya disampaikan oleh perwakilan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Asep, yang menyoroti pentingnya konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan. Ia mengajak peserta untuk mengenal lebih dalam berbagai jenis pohon endemik dan langka yang terdapat di kawasan TNGGP.
“Dengan mengenal, kita akan lebih mencintai dan terdorong untuk melestarikan,” jelasnya. Selain itu, materi juga menekankan pentingnya konservasi sumber daya air serta menjaga kebersihan daerah aliran sungai sebagai bagian integral dari kesehatan ekosistem hutan.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan calon anggota baru Saka Wanabakti tersebut mendapat sambutan antusias. Selain menerima materi, para peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan dan solusi pelestarian hutan di wilayah Sukabumi yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan produksi dan kawasan konservasi.
Sinergi antara Perhutani, TNGGP, CDK, dan BKSDA dalam kegiatan ini menunjukkan pendekatan edukasi lingkungan yang komprehensif. Perhutani menekankan aksi pelestarian di tingkat individu dan masyarakat, sementara TNGGP dan instansi terkait memperkaya pemahaman mengenai ekosistem dan konservasi keanekaragaman hayati. Diharapkan, anggota baru Saka Wanabakti dapat menjadi agen perubahan dalam upaya pelestarian lingkungan dari tingkat rumah tangga hingga skala ekosistem yang lebih luas. (Kom-PHT/SMI/Chen)
Editor: MS
Copyright©2025