PATI, PERHUTANI (18/12/2025) | Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah, mendukung upaya pemerintah dalam membangun sistem tata kelola hutan lestari yang transparan melalui penyelenggaraan Pelatihan Job Training Tebangan. Kegiatan ini dilaksanakan di petak 119-B, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pakel, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Regaloh, Desa Pakel, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Kamis (18/12).

Job training tebangan, merupakan kegiatan pembekalan teknis bagi karyawan dan mitra kerja Perhutani guna memastikan proses produksi kayu berjalan sesuai standar dan regulasi yang berlaku. Memasuki tahun 2026, kegiatan ini terus dilaksanakan secara rutin di berbagai Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH), dengan fokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia, efisiensi produksi, serta kepatuhan terhadap prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Anton Fadjar Agung Susetyo, beserta jajaran Departemen PSDH dan Produksi, Kepala Departemen SDM dan Umum, Kepala Seksi Utama Pengujian dan Monitoring Evaluasi Kantor Pusat, Triyono, General Manager Industri Kayu, perwakilan PT Asuransi Jiwa Syariah KitaBisa, Jawa Tengah, Rojak, para Administratur KPH se-Divre Jawa Tengah, beserta jajaran produksi, serta kru tenaga tebang dari LMDH Wanasari Lestari, Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya, Administratur KPH Pati, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada KPH Pati, sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia, menegaskan bahwa kayu jati masih menjadi komoditas utama yang berkontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan.

“Komitmen Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, dalam mengawal produksi kayu jati sangat tinggi, salah satunya melalui kegiatan job training tebangan ini. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi dan pemahaman teknis di bidang produksi kayu,” ujarnya.

Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Anton Fadjar Agung Susetyo, mewakili Kepala Divre Jawa Tengah, menyampaikan bahwa job training tebangan, merupakan bentuk penyegaran dan pembaruan pengetahuan bagi seluruh petugas yang terlibat dalam kegiatan penebangan.

Ia, menekankan beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan tebangan, antara lain perencanaan tebangan yang harus sesuai dengan Rencana Teknik Tahunan (RTT), dan Surat Perintah Kerja (SPK), batas tebangan yang tidak boleh bergeser karena dapat berimplikasi hukum, serta larangan penebangan pada kawasan lindung seperti sempadan sungai yang termasuk dalam tanaman KPS.

“Sejalan dengan tema kegiatan Bucking Optimal, Pendapatan Maksimal, pelaksanaan tebangan harus memperhatikan pembagian batang kayu yang bernilai tinggi sesuai standar Value Verification Code (VVC), sebagai bagian dari pengelolaan hutan lestari,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada tiga karyawan berprestasi di bidang tebangan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi.

Perwakilan PT Asuransi Jiwa Syariah KitaBisa Jawa Tengah, Rojak, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Perhutani, khususnya dalam perlindungan asuransi bagi kru tebangan. Pada kegiatan ini, pihak asuransi memberikan bingkisan kepada 12 kru tebang di wilayah KPH Pati.

Salah satu kru tebang dari LMDH Wanasari Lestari, Martono, menyampaikan terima kasih kepada Perhutani, atas kesempatan bekerja sama serta perlindungan asuransi selama kegiatan tebangan berlangsung.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis dari Kepala Seksi Utama Kantor Pusat dan praktik lapangan terkait pembagian batang kayu (bucking), pada lokasi rencana tebangan tahun 2026. Melalui job training ini, peserta dibekali pemahaman mengenai teknik penebangan yang benar, tertib, serta penerapan administrasi penatausahaan hasil hutan kayu sesuai ketentuan yang berlaku di Perum Perhutani. (Kom-PHT/Pti/Rsw)

Editor: Tri

Copyright © 2025