KEDU UTARA, PERHUTANI (23/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Utara mendukung pelaksanaan event Double Summit Andong–Telomoyo sebagai upaya mendorong pengembangan ekonomi desa dan wisata alam berbasis kelestarian hutan. Kegiatan bertajuk 1 Hari 2 Gunung ini melibatkan pengelola basecamp, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, serta masyarakat desa sekitar kawasan Resort Pemangkuan Hutan Petung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Ambarawa, Sabtu (20/12).
Event Double Summit dimulai dari Basecamp Gunung Andong via Pendem, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, dan berakhir di Basecamp Gunung Telomoyo via Arsal, Dusun Salaran, Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Jalur pendakian tersebut masuk dalam wilayah Resort Pemangkuan Hutan Pagergunung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Ambarawa. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Ambarawa, Herman Sutrisno, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh kegiatan wisata minat khusus yang dilaksanakan secara terkoordinasi dan mengedepankan aspek keselamatan, kelestarian hutan, serta pemberdayaan masyarakat desa hutan.
“Event Double Summit ini menjadi contoh sinergi positif antara Perhutani, pengelola basecamp, LMDH, dan masyarakat. Selain memperkenalkan potensi wisata alam Gunung Andong dan Telomoyo, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar hutan,” ujar Herman Sutrisno.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan wisata pendakian yang terkelola dengan baik dapat memberikan dampak ekonomi langsung, seperti peningkatan pendapatan dari jasa basecamp, parkir, pemandu lokal, usaha mikro kecil menengah, hingga homestay masyarakat. Namun demikian, Perhutani tetap menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan pengelolaan kawasan hutan dan keselamatan pendaki.
Ketua Basecamp Gunung Andong via Pendem, Marminudin, menyampaikan apresiasi atas dukungan Perhutani dalam pelaksanaan event tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Double Summit dirancang tidak hanya sebagai ajang olahraga dan petualangan, tetapi juga sebagai sarana promosi wisata alam desa.
“Kami melibatkan masyarakat lokal dalam berbagai aspek kegiatan, mulai dari persiapan jalur, logistik, hingga layanan bagi peserta. Dengan adanya event ini, perputaran ekonomi desa dapat meningkat,” ungkap Marminudin.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Giri Mulyo, Handoko, menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan wisata yang sejalan dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Menurutnya, keterlibatan LMDH menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan tertib dan ramah lingkungan.
“Kami bersama Perhutani dan pengelola basecamp terus mengedukasi masyarakat dan pengunjung agar menjaga kebersihan, tidak merusak hutan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku,” kata Handoko.
Melalui dukungan terhadap event Double Summit Andong–Telomoyo, Perhutani berharap pengelolaan wisata alam di kawasan hutan dapat terus berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa sekitar hutan, serta tetap menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2025