KEDU UTARA, PERHUTANI (23/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pengelolaan Wisata Alam Giyanti 0 Km yang berada di wilayah Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Perhutani untuk memastikan pengelolaan wisata alam berjalan sesuai dengan ketentuan, berkelanjutan, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat desa sekitar hutan, Senin (22/12).

Wisata Alam Giyanti 0 Km selama ini dikelola melalui kerja sama kemitraan antara Perhutani dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari yang masuk kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalegen, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang. Skema kemitraan ini bertujuan untuk mendorong peran aktif masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan potensi wisata alam.

Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, tim Perhutani meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana wisata, pengelolaan kawasan, kebersihan lingkungan, aspek keamanan pengunjung, serta kepatuhan terhadap kesepakatan kerja sama yang telah disusun bersama LMDH. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana dialog antara Perhutani dan pengelola wisata untuk menyerap aspirasi, kendala, serta rencana pengembangan ke depan.

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Magelang, Yulianto, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ekologi, sosial, dan ekonomi kawasan hutan. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan wisata alam harus tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan sebagai aset jangka panjang.

Kepala BKPH Magelang, Yulianto, menegaskan bahwa wisata alam di kawasan hutan pada dasarnya harus dikelola secara bertanggung jawab. Melalui pemantauan ini, Perhutani ingin memastikan bahwa pengelolaan Wisata Alam Giyanti 0 Km sudah sesuai dengan perjanjian kemitraan, menjaga kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Ia juga menambahkan bahwa Perhutani mendorong pengelola untuk terus meningkatkan kualitas layanan wisata, memperhatikan aspek keselamatan pengunjung, serta menjaga kebersihan dan keindahan kawasan.

Sementara itu, Ketua LMDH Wana Lestari, Zumaroh, menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan perhatian yang diberikan Perhutani terhadap pengelolaan Wisata Alam Giyanti 0 Km. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi bersama untuk memperbaiki kekurangan dan merencanakan pengembangan wisata yang lebih baik. Menurutnya, masukan dari Perhutani menjadi bekal bagi LMDH untuk terus berbenah dalam meningkatkan pengelolaan dan menjaga kelestarian hutan agar wisata dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Balesari.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Perhutani berharap sinergi dengan LMDH Wana Lestari dapat terus terjalin dengan baik, sehingga pengelolaan Wisata Alam Giyanti 0 Km mampu menjadi contoh pengembangan wisata berbasis kemitraan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (Kom-PHT/Kdu/Nur)

Editor: Tri

Copyright © 2025