PURWODADI, PERHUTANI (27/12/2025) | Dalam upaya mendukung pencapaian target pendapatan perusahaan dari sektor agroforestry, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menggelar kegiatan Sosialisasi dan Strategi Pencapaian Pendapatan Agroforestry Jagung Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh jajaran BKPH Tumpuk bersama masyarakat Dusun Ragem, Desa Tambakselo, sekitar kawasan hutan wilayah RPH Tumpuk BKPH Tumpuk yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Hutan Lestari, pada Jumat (26/12).

Kegiatan sosialisasi berlangsung di salah satu rumah warga Dusun Ragem dan diikuti dengan antusias oleh anggota LMDH serta masyarakat sekitar hutan. Dalam kegiatan tersebut, jajaran BKPH Tumpuk menyampaikan rencana pengelolaan agroforestry jagung Tahun 2026 yang meliputi perencanaan tanam, pengelolaan lahan, serta strategi peningkatan produktivitas dan pendapatan bersama.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk Aries Supriyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesamaan persepsi dan komitmen antara Perhutani dan masyarakat desa hutan dalam pengelolaan agroforestry.

Ia menjelaskan bahwa agroforestry jagung menjadi salah satu sektor unggulan yang berkontribusi terhadap pendapatan KPH. Melalui sosialisasi ini, Perhutani berupaya menyamakan langkah, menyusun strategi yang tepat, serta memastikan pengelolaan dilakukan secara optimal, produktif, dan tetap menjaga kelestarian hutan. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif LMDH dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program agroforestry karena sinergi yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan sekaligus keberlanjutan fungsi hutan.

Sementara itu, Ketua LMDH Hutan Lestari Yusroni menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menyatakan kesiapan LMDH untuk mendukung target agroforestry jagung yang telah direncanakan oleh Perhutani.

Menurutnya, dengan adanya arahan dan strategi yang jelas, pengelolaan agroforestry jagung ke depan diharapkan dapat berjalan lebih tertata dan memberikan hasil maksimal bagi anggota LMDH maupun masyarakat sekitar hutan.

Hal senada disampaikan oleh salah satu warga Desa Tambakselo Sukimin. Ia mengaku terbantu dengan adanya sosialisasi karena mendapatkan penjelasan langsung terkait rencana dan pengelolaan agroforestry jagung.

Ia berharap ke depan hasil panen dapat meningkat sehingga berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat desa hutan.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap program agroforestry jagung Tahun 2026 dapat berjalan dengan baik, memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan perusahaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Pwd/Aris)

Editor: Tri
Copyright © 2025