KEDU UTARA, PERHUTANI (29/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pemanfaatan kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pendampingan budidaya tanaman kopi di Petak 20B-7, sebagai bentuk nyata kerja sama pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan, Senin (29/12).

Kegiatan pendampingan budidaya kopi ini dilaksanakan di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, melalui skema kemitraan antara Perhutani KPH Kedu Utara, dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Nastiti. Skema kemitraan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi kawasan hutan, tidak hanya dari aspek ekologis, tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi masyarakat desa hutan.

Melalui pemanfaatan lahan di bawah tegakan, tanaman kopi dibudidayakan dengan tetap memperhatikan prinsip kelestarian hutan. Pola ini dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat tanpa mengganggu fungsi utama hutan sebagai penyangga lingkungan.

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa pendampingan budidaya kopi, merupakan bagian dari strategi Perhutani, dalam mendorong peran aktif masyarakat desa hutan dalam pengelolaan kawasan hutan.

“Perhutani, terus berupaya menghadirkan program kemitraan yang produktif dan berkelanjutan. Budidaya kopi di bawah tegakan ini menjadi salah satu alternatif usaha yang potensial untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus tetap menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.

Ia, menambahkan, pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyiapan lahan, pola tanam, hingga perawatan tanaman kopi, agar hasil yang diperoleh dapat optimal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat mampu mengelola budidaya kopi secara mandiri dan berkesinambungan.

Ketua LMDH Nastiti, Kumpul, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh Perhutani. Menurutnya, kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi anggota LMDH, dan masyarakat desa hutan.

“Melalui kemitraan ini, masyarakat mendapat kesempatan memanfaatkan lahan di bawah tegakan secara legal dan terarah. Budidaya kopi, ini menjadi harapan baru untuk meningkatkan ekonomi warga,” ungkapnya.

Salah satu pesanggem, Turimah, mengaku merasakan langsung manfaat dari program tersebut. Dengan adanya pendampingan dari Perhutani, masyarakat menjadi lebih memahami teknik budidaya kopi yang baik dan benar.

“Dulu kami menanam seadanya, sekarang sudah ada arahan dari Perhutani. Harapannya hasil panen kopi bisa lebih baik dan membantu menambah penghasilan keluarga,” katanya.

Budidaya kopi, di Petak 20B-7, ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan usaha kehutanan berbasis masyarakat di wilayah lain. Dengan memanfaatkan potensi lahan di bawah tegakan, masyarakat tidak hanya memperoleh penghasilan tambahan, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan.

Ke depan, Perhutani bersama LMDH Nastiti, akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar program budidaya kopi, ini berjalan optimal dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara Perhutani, dan masyarakat desa hutan, diharapkan tercipta pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2025