PURWODADI, PERHUTANI (29/12/2025) | Perum Perhutani KPH Purwodadi bersama mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan sulaman tanaman di petak 83A RPH Jangglengan, BKPH Jatipohon, pada Senin (29/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Praktikum Silvikultur Intensif mahasiswa UGM yang dilaksanakan di wilayah kerja BKPH Jatipohon.
Kegiatan sulaman dilakukan sebagai upaya menjaga keberhasilan tanaman dan meningkatkan kualitas tegakan hutan. Sebanyak lima orang mahasiswa UGM bersama jajaran petugas BKPH Jatipohon melakukan penanaman ulang (sulaman) tanaman pengisi berupa bibit jambu mete sebanyak 100 plances pada lahan seluas 5,5 hektare. Tanaman pengisi tersebut ditanam untuk menggantikan tanaman yang tidak tumbuh optimal sekaligus mendukung fungsi ekologis dan produktivitas kawasan hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Perhutani dan dunia akademik dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, mengatakan bahwa kegiatan sulaman bersama mahasiswa UGM sangat bermanfaat, baik bagi Perhutani maupun mahasiswa. Selain membantu meningkatkan keberhasilan tanaman di lapangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa terkait penerapan silvikultur intensif di kawasan hutan Perhutani.
Sementara itu, Kepala RPH Jangglengan, Radik Saputro, menjelaskan bahwa sulaman tanaman merupakan kegiatan rutin yang sangat penting dalam pengelolaan hutan tanaman. Sulaman tanaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik sehingga kerapatan dan kualitas tegakan tetap terjaga. Dengan adanya keterlibatan mahasiswa, diharapkan muncul pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya pemeliharaan hutan sejak dini.
Salah satu mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM, Diana Putri, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman lapangan yang nyata. Diana mengatakan bahwa melalui praktikum ini, mahasiswa dapat belajar langsung bagaimana kegiatan silvikultur diterapkan di lapangan, mulai dari persiapan bibit hingga teknik penanaman. Mereka juga memperoleh wawasan tentang pengelolaan hutan produksi yang berkelanjutan bersama Perhutani.
Dengan adanya kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap sinergi dengan perguruan tinggi dapat terus terjalin, sehingga pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan, edukasi, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kehutanan. (Kom-PHT/Pwd/Aris)
Editor: Tri
Copyright © 2025