PURWODADI, PERHUTANI (30/12/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon memberikan edukasi kehutanan kepada mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah melaksanakan Praktikum Silvikultur Intensif. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pos Induk Petak 114A wilayah kerja BKPH Jatipohon, Senin (29/12).
Kegiatan edukasi dikemas dalam bentuk diskusi dan pemaparan materi teknis kehutanan yang meliputi tanaman hutan, perencanaan, serta pemetaan kawasan. Selain itu, dibahas pula secara mendalam mengenai tata waktu penanaman, tahapan pemeliharaan tanaman, hingga perhitungan Hari Orang Kerja (HOK) sebagai bagian penting dalam perencanaan operasional kehutanan yang efektif dan efisien.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon Tutut Sugianto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Perhutani terhadap pengembangan sumber daya manusia kehutanan, khususnya bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di bidang kehutanan. Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini Perhutani ingin memberikan gambaran nyata tentang penerapan silvikultur di lapangan, mulai dari perencanaan tanaman, pemetaan petak, penentuan waktu tanam yang tepat, hingga aspek pemeliharaan dan perhitungan HOK. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang utuh antara teori yang didapatkan di bangku kuliah dengan praktik pengelolaan hutan di lapangan.
Ia menambahkan bahwa praktik silvikultur intensif sangat penting untuk menjamin keberhasilan tanaman, meningkatkan produktivitas hutan, serta tetap menjaga kelestarian fungsi hutan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jangglengan Radik Saputro menjelaskan bahwa materi yang disampaikan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Mahasiswa diajak memahami karakteristik petak, jenis tanah, topografi, serta penyesuaian teknik silvikultur yang diterapkan di wilayah BKPH Jatipohon. Selain itu, dijelaskan pula tahapan pengelolaan tanaman secara sistematis, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pengamanan, termasuk perencanaan tenaga kerja melalui perhitungan HOK agar kegiatan berjalan efektif dan sesuai standar operasional kehutanan.
Perwakilan mahasiswa UGM Diana Putri mengaku bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman langsung dan wawasan praktis terkait pengelolaan hutan produksi yang dikelola oleh Perhutani. Menurutnya, mahasiswa memperoleh banyak pengetahuan baru, terutama terkait perencanaan tanaman, pemetaan petak, serta perhitungan kebutuhan tenaga kerja di lapangan, sehingga membantu memahami praktik silvikultur secara nyata dan aplikatif.
Melalui kegiatan edukasi ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi rimbawan yang kompeten, berwawasan lingkungan, serta mampu mendukung pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan di masa mendatang. (Kom-PHT/Pwd/Aris)
Editor: Tri
Copyright © 2025