KEDU UTARA, PERHUTANI (07/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus memperkuat sinergi pengelolaan wisata pendakian di kawasan hutan melalui kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial (komsos). Kali ini, Perhutani melaksanakan komsos dengan pengelola Basecamp pendakian Gunung Sumbing jalur Mangli yang berada di Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Jalur pendakian tersebut masuk dalam kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mangli, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, pada Rabu (07/01).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh aktivitas pendakian Gunung Sumbing melalui jalur Mangli berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), baik dari aspek keselamatan dan keamanan pendaki maupun ketertiban administrasi, khususnya terkait tiket pendakian. Koordinasi tersebut melibatkan petugas lapangan Perhutani BKPH Magelang, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Makmur, serta pengelola basecamp pendakian.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Magelang, Yulianto, menyampaikan bahwa jalur pendakian Gunung Sumbing merupakan salah satu jalur favorit pendaki sehingga memerlukan pengelolaan yang tertib dan bertanggung jawab. Menurutnya, keselamatan pendaki menjadi prioritas utama dalam pengelolaan wisata pendakian di kawasan hutan.
“Melalui kegiatan komsos ini, Perhutani memastikan bahwa kegiatan pendakian Gunung Sumbing via Mangli dilaksanakan sesuai SOP yang berlaku, mulai dari proses registrasi, pengecekan kelengkapan pendaki, pengaturan kuota, hingga ketertiban administrasi tiket. Semua ini demi keselamatan dan keamanan pendaki serta kelestarian hutan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran pengelola basecamp dan LMDH dalam melakukan pengawasan di lapangan. Sinergi antar pihak dinilai menjadi kunci dalam menciptakan pengelolaan wisata pendakian yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Ketua LMDH Wana Makmur, Yahno, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah Perhutani dalam pengelolaan pendakian Gunung Sumbing jalur Mangli. Menurutnya, keterlibatan masyarakat desa melalui LMDH memberikan dampak positif, baik dalam menjaga keamanan kawasan hutan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Wisata pendakian memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa, mulai dari jasa basecamp, parkir, hingga usaha kecil lainnya. Namun, kami juga berkomitmen untuk menjaga kawasan hutan agar tetap lestari dan aman bagi pendaki,” katanya.
Sementara itu, Pengelola Basecamp Mangli, Toni, menjelaskan bahwa pihaknya secara konsisten menerapkan aturan pendakian sesuai arahan Perhutani. Para pendaki diwajibkan melakukan registrasi resmi, mematuhi kuota yang telah ditetapkan, serta membawa perlengkapan standar pendakian.
“Kami selalu mengingatkan pendaki untuk mematuhi SOP yang berlaku, termasuk tertib administrasi tiket. Selain itu, kami juga memberikan edukasi terkait keselamatan, kondisi jalur, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” jelasnya.
Melalui kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial ini, Perhutani berharap pengelolaan wisata pendakian Gunung Sumbing jalur Mangli dapat berjalan semakin baik, aman, dan tertib. Selain mendukung keselamatan pendaki, pengelolaan yang baik juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengesampingkan fungsi dan kelestarian hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026