KEDU UTARA, PERHUTANI (08/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan patroli pemantauan wisata pendakian Gunung Kembang melalui jalur Lengkong sebagai upaya menjaga keamanan dan keselamatan para pendaki. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan hutan wilayah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, sekaligus menjadi sarana edukasi kepada pendaki dan pengelola basecamp terkait kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca hujan dan angin, Selasa (06/01).
Patroli dilakukan dengan menyusuri jalur pendakian, area basecamp, serta titik-titik yang dinilai memiliki potensi risiko. Petugas Perhutani juga melaksanakan komunikasi sosial dengan para pendaki dan pengelola wisata guna memastikan seluruh prosedur keselamatan dipahami dan dijalankan dengan baik.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa patroli pemantauan pendakian merupakan agenda rutin dalam rangka mendukung pengelolaan wisata alam yang aman dan berkelanjutan, khususnya pada jalur pendakian yang berada di kawasan hutan negara.
“Perhutani berkomitmen untuk memastikan aktivitas pendakian Gunung Kembang melalui jalur Lengkong berjalan dengan aman. Saat ini cuaca hujan disertai angin masih sering terjadi, sehingga pendaki diimbau untuk selalu waspada, mempersiapkan diri dengan baik, dan tidak memaksakan pendakian apabila kondisi tidak memungkinkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pengelola basecamp dalam melakukan pengawasan melekat terhadap setiap pendaki. Pendataan pendaki, mulai dari waktu naik hingga waktu turun, harus dimonitor secara ketat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
“Perhutani mengingatkan pengelola basecamp agar disiplin dalam memonitor pendaki. Setiap pendaki wajib tercatat dengan jelas waktu naik dan turun, sehingga apabila terjadi sesuatu dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” tambahnya.
Selain pengawasan keselamatan, patroli juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada pendaki agar selalu mematuhi aturan, menjaga kebersihan, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem hutan. Perhutani menegaskan bahwa keselamatan pendaki dan kelestarian hutan harus berjalan beriringan.
Pengelola Basecamp Pendakian Gunung Kembang jalur Lengkong, Alfian, menyampaikan apresiasi atas patroli dan pendampingan yang dilakukan oleh Perhutani. Menurutnya, sinergi tersebut sangat membantu pengelola basecamp dalam meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan pendaki.
“Kami siap menjalankan arahan Perhutani, termasuk memperketat pendataan dan pengawasan pendaki. Edukasi terkait cuaca dan keselamatan juga terus kami sampaikan kepada pendaki sebelum melakukan pendakian,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Argo Adil Makmur, Imron, menyampaikan bahwa keberadaan wisata pendakian Gunung Kembang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Aktivitas wisata tersebut membuka berbagai peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi warga desa.
“Dengan adanya wisata pendakian, masyarakat dapat terlibat langsung, seperti pengelolaan parkir, jasa porter, warung kios, hingga penginapan. Hal ini membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan,” jelasnya.
Melalui patroli pemantauan ini, Perhutani KPH Kedu Utara menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pengelola basecamp dan LMDH dalam mewujudkan wisata pendakian Gunung Kembang jalur Lengkong yang aman, nyaman, dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026