KEDU UTARA, PERHUTANI (08/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan komunikasi sosial dan koordinasi dengan pengelola Basecamp Pendakian Gunung Kembang jalur Blembem. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Basecamp Blembem, Desa Damarkasihan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, yang berada dalam kawasan hutan wilayah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Rabu (07/01).

Kegiatan komunikasi sosial dan koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Perhutani dan pengelola basecamp dalam menjaga kelestarian hutan, meningkatkan keamanan kawasan, serta memastikan aktivitas pendakian Gunung Kembang berjalan sesuai ketentuan dan standar operasional prosedur yang berlaku.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa koordinasi dengan pengelola basecamp merupakan langkah penting dalam pengelolaan kawasan hutan yang dimanfaatkan untuk kegiatan wisata alam pendakian.

“Gunung Kembang merupakan kawasan hutan yang memiliki potensi wisata alam sekaligus fungsi lindung yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, Perhutani secara rutin melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pengelola basecamp agar kegiatan pendakian tetap tertib, aman, dan tidak merusak lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Perhutani menekankan pentingnya pengawasan terhadap keluar masuk pendaki, kelengkapan administrasi pendakian, serta edukasi kepada pendaki terkait larangan di kawasan hutan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak vegetasi, dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan.

“Perhutani berharap pengelola basecamp dapat terus membantu dalam pengawasan di lapangan, terutama pada musim pendakian ramai. Keselamatan pendaki dan kelestarian hutan harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Perhutani juga melakukan diskusi terkait kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, penyiapan jalur evakuasi, serta mekanisme koordinasi apabila terjadi kondisi darurat di jalur pendakian. Hal ini dinilai penting mengingat kondisi cuaca di kawasan Gunung Kembang yang dapat berubah dengan cepat.

Sementara itu, Ketua Pengelola Basecamp Pendakian Gunung Kembang jalur Blembem, Iwan Santoso, menyambut baik kegiatan komunikasi sosial dan koordinasi yang dilakukan oleh Perhutani. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung kebijakan Perhutani dalam pengelolaan kawasan hutan dan wisata pendakian.

“Kami berkomitmen menjalankan pengelolaan basecamp sesuai aturan yang ditetapkan Perhutani, mulai dari pendataan pendaki, pemberian briefing sebelum pendakian, hingga pengawasan kebersihan jalur dan area basecamp,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi yang terjalin antara Perhutani dan pengelola basecamp dapat terus ditingkatkan sehingga aktivitas pendakian Gunung Kembang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan aspek konservasi hutan.

Melalui kegiatan komunikasi sosial dan koordinasi ini, Perhutani berharap terwujud pengelolaan wisata pendakian yang berkelanjutan, aman, dan ramah lingkungan serta mampu meningkatkan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Kembang. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2026