PURWODADI, PERHUTANI (08/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menerima kegiatan praktik silvikultur mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilaksanakan pada Selasa (06/01). Kegiatan praktik ini difokuskan pada pemeliharaan tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon.

Sebanyak lima mahasiswa UGM melaksanakan praktik lapangan di Petak 83H-2 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jangglengan, BKPH Jatipohon, dengan luas areal 2,2 hektare. Tanaman yang menjadi objek pembelajaran merupakan JPP stek pucuk tahun tanam 2011. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung terkait pengelolaan hutan produksi secara berkelanjutan.

Materi praktik yang dilaksanakan meliputi pengenalan serta pembuatan Program Cabang Pangkas (PCP) pada tanaman JPP umur 13 tahun yang telah disusun pada tahun 2024. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti praktik pelaksanaan penjarangan atau Tebang E yang direncanakan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya optimalisasi pertumbuhan tegakan dan peningkatan kualitas kayu.

Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh kegiatan akademik yang berkontribusi terhadap pengelolaan hutan secara ilmiah dan berkelanjutan.

“Perhutani KPH Purwodadi sangat terbuka terhadap kegiatan praktik silvikultur mahasiswa UGM sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan hutan. Diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pemahaman nyata terkait penerapan silvikultur di lapangan, khususnya pada tanaman Jati Plus Perhutani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala RPH Jangglengan, Radik Saputro, menjelaskan bahwa lokasi praktik dipilih karena memiliki karakteristik tegakan yang sesuai untuk pembelajaran pemeliharaan hutan.

“Petak 83H-2 merupakan tanaman JPP stek pucuk yang telah memasuki umur penjarangan, sehingga sangat tepat digunakan sebagai sarana praktik pengenalan PCP dan penjarangan. Kami berharap mahasiswa dapat memahami tujuan teknis penjarangan dalam meningkatkan pertumbuhan dan kualitas tegakan,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa peserta praktik, Ananda Rahardiyan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga.

“Melalui praktik langsung di lapangan, kami dapat memahami penerapan teori silvikultur yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan. Kegiatan pembuatan PCP dan penjarangan ini membuka wawasan kami mengenai pengelolaan hutan jati secara profesional dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan praktik silvikultur ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia kehutanan yang kompeten serta memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari. (Kom-PHT/Pwd/Aris)

Editor: Tri
Copyright © 2026