BALAPULANG, PERHUTANI (14/01/2026) | Perhutani KPH Balapulang melalui BKPH Banjarharjo Barat mengawal dan mendampingi kegiatan survei lapangan lokasi calon Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) yang berlokasi di wilayah BKPH Banjarharjo Barat, tepatnya di RPH Randegan, Kabupaten Brebes, Rabu (14/01).

Kegiatan survei ini dihadiri oleh sejumlah unsur lintas sektor, antara lain Kasdim 0713/Brebes Aris Khaerudin, Camat Banjarharjo Nanang Raharjo, Kapolsek Banjarharjo Su’udi, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Provinsi Jawa Tengah Rokib dan Rohimah. Dari jajaran Perhutani KPH Balapulang hadir Wakil Administratur KPH Balapulang, KSS Perencanaan, Asper BKPH Banjarharjo Barat, serta KRPH Randegan.

Survei lapangan dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi kawasan hutan yang diusulkan sebagai lokasi calon Batalyon TP, meliputi aspek kesesuaian lahan, aksesibilitas, kondisi topografi, serta potensi dampak terhadap pengelolaan hutan dan lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Administratur KPH Balapulang Susanto menyampaikan bahwa Perhutani pada prinsipnya mendukung program pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan wilayah, sepanjang pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, kelestarian hutan, serta fungsi kawasan hutan. Ia menegaskan bahwa Perhutani siap bersinergi dan mengawal proses survei hingga tahapan selanjutnya secara profesional dan transparan.

Sementara itu, Kasdim 0713/Brebes Aris Khaerudin menambahkan bahwa rencana pembangunan Batalyon TP merupakan bagian dari upaya strategis TNI dalam mendukung pembangunan wilayah, ketahanan nasional, serta pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi dengan Perhutani, pemerintah daerah, serta instansi terkait menjadi hal yang sangat penting agar rencana tersebut dapat berjalan selaras dan berkelanjutan.

Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Provinsi Jawa Tengah, Rokib, turut menambahkan bahwa kegiatan survei ini merupakan tahap awal untuk memastikan kesesuaian kawasan dari aspek kehutanan. CDK akan mengkaji lebih lanjut hasil survei lapangan dengan tetap mengacu pada fungsi kawasan hutan serta regulasi yang berlaku.

Di tempat yang sama, Asper BKPH Banjarharjo Barat, Tarlam menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan survei ini dan berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan di lapangan. Ia berharap, melalui koordinasi yang baik antarinstansi, rencana penetapan lokasi calon Batalyon TP dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan prinsip kelestarian hutan dan kepentingan masyarakat sekitar.

Kegiatan survei berlangsung dengan tertib dan kondusif, serta diakhiri dengan diskusi lapangan untuk menyamakan persepsi dan langkah tindak lanjut ke depan.(Kom/PHT/Bpl/mmy).

Editor: Tri

Copyright © 2026