KEDU UTARA, PERHUTANI (15/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan menghadiri dan mendukung kegiatan Giripurno Menanam yang dilaksanakan di Desa Giripurno, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung pada Rabu (14/04). Lokasi tersebut masuk wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kwadungan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung. Kegiatan ini menjadi momentum penting kolaborasi antara Perhutani, pemerintah daerah, Forkopimcam, serta masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kelestarian kawasan hutan dan lingkungan di lereng Gunung Sindoro.

Acara Giripurno Menanam dihadiri oleh Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, jajaran Forkopimcam Kecamatan Ngadirejo, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta komunitas pemuda Giripurno sebagai penggagas kegiatan. Kehadiran Perhutani dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap inisiatif konservasi berbasis masyarakat yang sejalan dengan prinsip pengelolaan hutan lestari.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penanaman kopi dan berbagai jenis tanaman buah. Penanaman ini tidak hanya bertujuan untuk penghijauan, tetapi juga sebagai langkah strategis konservasi yang memperhatikan aspek ekologis sekaligus ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Temanggung Riry Osmaroza menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Giripurno Menanam yang diinisiasi oleh anak-anak muda desa. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

Perhutani sangat mendukung kegiatan Giripurno Menanam ini. Upaya konservasi yang dilakukan dengan menanam kopi dan tanaman buah merupakan contoh pendekatan yang tepat, karena selain menjaga fungsi lindung kawasan hutan, juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa depan, ujar Riry Osmaroza.

Ia menambahkan bahwa Perhutani terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya perlindungan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan, sepanjang tetap sesuai dengan ketentuan dan peraturan kehutanan yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Giripurno Menanam memiliki makna yang sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang. Menurutnya, konservasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan menanam pohon semata.

Kegiatan ini memiliki makna penting karena konservasi bukan hanya tentang menanam pohon, akan tetapi tentang menanam kesadaran, menanam tanggung jawab, dan menanam harapan bagi masa depan, ungkap Nadia Muna.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap inisiatif yang dilakukan oleh generasi muda Giripurno. Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam kegiatan konservasi merupakan sinyal positif bagi masa depan lingkungan hidup. Penanaman kopi dan tanaman buah merupakan contoh konservasi yang cerdas dan berkelanjutan karena menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah erosi, sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Melalui kegiatan Giripurno Menanam ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nur)

Editor: Tri Copyright © 2026