KEDU UTARA, PERHUTANI (18/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Makmur Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, melaksanakan kegiatan penanaman kopi di petak 7A1 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kwadungan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengelolaan hutan berbasis kemitraan yang mengedepankan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, Sabtu (17/01).

Penanaman kopi dilakukan sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan dengan tanaman bernilai ekonomi tinggi yang tetap sejalan dengan fungsi lindung hutan. Kopi dipilih karena memiliki nilai ekonomis yang lebih baik dibandingkan tanaman semusim serta mampu memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang. Sistem perakaran tanaman kopi dinilai mampu menahan tanah sehingga berperan dalam mengurangi risiko longsor dan banjir, khususnya di wilayah dengan kontur lahan berbukit seperti Temanggung.

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Temanggung, Riry Osmaroza, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman kopi tersebut merupakan wujud komitmen Perhutani dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan masyarakat desa hutan. Menurutnya, sinergi dengan LMDH menjadi kunci keberhasilan pengelolaan kawasan hutan secara lestari.

Ia menjelaskan bahwa tanaman kopi memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi dan berkelanjutan dibandingkan tanaman semusim. Selain itu, secara ekologis kopi juga bermanfaat dalam menjaga struktur tanah sehingga dapat membantu mencegah terjadinya longsor dan banjir. Oleh karena itu, Perhutani mendorong pengembangan tanaman kopi di kawasan hutan melalui pola kemitraan bersama LMDH.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pengembangan tanaman kopi di kawasan hutan dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan teknis serta regulasi kehutanan yang berlaku. Perhutani berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi utama hutan sebagai penyangga kehidupan.

Sementara itu, perwakilan anggota LMDH Rimba Makmur Desa Canggal, Sudaryo, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh Perhutani. Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang bagi masyarakat desa hutan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus berperan aktif dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan langsung masyarakat dalam penanaman kopi tidak hanya memberikan tambahan penghasilan bagi anggota LMDH, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk ikut menjaga dan merawat hutan agar tetap lestari. Tanaman kopi dinilai lebih menguntungkan karena dapat dipanen dalam jangka panjang dan tidak merusak struktur tanah seperti tanaman semusim. Ia berharap kegiatan penanaman tersebut dapat terus berlanjut dan dikembangkan di petak-petak lainnya.

Melalui kegiatan penanaman kopi bersama LMDH Rimba Makmur, Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pengelolaan hutan berbasis kemitraan yang produktif dan berkelanjutan. Sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan, sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2026