KEDU UTARA, PERHUTANI (18/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan patroli preventif di jalur pendakian Gunung Sumbing via Gajahmungkur yang masuk kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kleseman, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, wilayah Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (17/01). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus memberikan edukasi kepada pendaki dan masyarakat sekitar agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak hutan.
Patroli preventif tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya perusakan hutan, penebangan liar, perambahan, serta penggunaan kawasan hutan secara ilegal. Selain itu, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memberikan imbauan kepada pengelola basecamp pendakian agar tidak membuka jalur pendakian baru tanpa izin resmi dari pihak berwenang serta tetap mematuhi ketentuan pengelolaan kawasan hutan.
Dalam pelaksanaannya, patroli dilakukan dengan menyusuri jalur pendakian Gunung Sumbing via Gajahmungkur dan area sekitar yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap fungsi hutan. Kegiatan ini melibatkan unsur Perhutani BKPH Wonosobo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Harapan Makmur Desa Lamuk, serta pengelola basecamp pendakian. Petugas juga melakukan dialog langsung dengan pendaki dan masyarakat untuk menyampaikan pesan pelestarian hutan dan keselamatan pendakian.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo menyampaikan bahwa patroli preventif merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga fungsi hutan, khususnya di kawasan dengan aktivitas wisata alam yang cukup tinggi. Ia menjelaskan bahwa patroli tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada pendaki dan masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dari berbagai bentuk perusakan.
Ia juga mengingatkan pengelola basecamp pendakian untuk tidak membuka jalur pendakian baru tanpa izin resmi demi menjaga kelestarian hutan dan keselamatan pendaki. Selain itu, Perhutani terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengelolaan wisata alam sepanjang tetap mengacu pada aturan dan ketentuan kehutanan yang berlaku.
Ketua LMDH Harapan Makmur Desa Lamuk, Sukamto, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan patroli preventif tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat desa hutan sangat penting dalam menjaga kawasan hutan agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang. Edukasi kepada masyarakat dan pendaki dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan.
Sementara itu, Pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Gajahmungkur, Heru Fatman, menyatakan komitmennya untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dan mendukung upaya Perhutani dalam menjaga kawasan hutan. Ia menegaskan pihaknya tidak akan membuka jalur pendakian baru tanpa izin serta siap mengedukasi pendaki agar selalu menjaga kebersihan dan kelestarian hutan.
Melalui patroli preventif ini, Perhutani berharap sinergi antara Perhutani, LMDH, pengelola basecamp, pendaki, dan masyarakat dapat terus terjalin guna menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Sumbing serta mendukung pengelolaan wisata pendakian yang aman, tertib, dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026