PURWODADI, PERHUTANI (18/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, melaksanakan patroli gabungan pengamanan hutan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sambirejo, pada Sabtu (17/01). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pengamanan kawasan hutan sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan hutan.
Patroli gabungan, tersebut dilaksanakan oleh jajaran petugas Perhutani BKPH Sambirejo, bersama Polisi Hutan Mobil (Polhutmob), KPH Purwodadi, serta masyarakat desa sekitar hutan. Kegiatan patroli menyasar dua lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan hutan, yaitu Petak 155, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sendangpakelan, seluas 2,8 hektare, dan Petak 25 wilayah RPH Godan, seluas 22,10 hektare.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyusuri jalur kawasan hutan, melakukan pemeriksaan kondisi tegakan, serta memastikan tidak terdapat aktivitas ilegal seperti pencurian kayu, perambahan, maupun perusakan tanaman hutan.
Keterlibatan masyarakat desa sekitar hutan, dalam patroli ini merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap kelestarian hutan, sekaligus memperkuat sinergi antara Perhutani dan warga dalam menjaga aset negara.
Administratur KPH Purwodadi, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa patroli gabungan merupakan kegiatan rutin yang terus ditingkatkan guna memastikan kawasan hutan tetap aman dan lestari.
“Patroli gabungan ini, merupakan bentuk komitmen Perhutani, dalam menjaga keamanan hutan, dari berbagai potensi gangguan. Keterlibatan Polhutmob, dan masyarakat sekitar hutan, menjadi kekuatan penting dalam menciptakan pengawasan bersama sehingga keamanan kawasan hutan BKPH Sambirejo, dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Regu Polhutmob KPH Purwodadi, Suryanto, menegaskan bahwa sinergi lintas unsur sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan pengamanan hutan di lapangan.
“Kegiatan patroli, gabungan ini tidak hanya bertujuan melakukan pengawasan fisik kawasan hutan, tetapi juga memberikan efek cegah dini terhadap potensi pelanggaran. Dengan adanya keterlibatan masyarakat, pengamanan hutan menjadi lebih kuat karena tumbuh rasa memiliki bersama terhadap kawasan hutan,” jelasnya.
Dari unsur masyarakat, Munir, warga Desa Godan yang turut serta dalam patroli, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sebagai warga desa sekitar hutan, siap mendukung Perhutani, dalam menjaga keamanan hutan. Hutan merupakan sumber kehidupan bagi kami, sehingga sudah sepatutnya dijaga bersama agar tetap lestari dan tidak dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.
Melalui patroli gabungan ini, Perhutani, berharap dapat mewujudkan kawasan hutan yang aman, kondusif, dan lestari, sekaligus memperkuat kemitraan antara Perhutani, aparat pengamanan, dan masyarakat desa sekitar hutan dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan. (Komp-PHT/Pwd/Aris).
Editor: Tri
Copyright © 2026