PURWODADI, PERHUTANI (18/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, melaksanakan kegiatan sulam tanaman jati tahun ke-3 di petak 41C, seluas 2,2 hektare, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pakem, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten, pada Sabtu (17/01). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan keberhasilan tanaman kehutanan.
Kegiatan sulam tanaman tersebut dilaksanakan oleh jajaran Perhutani BKPH Penganten, bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sidareja, Desa Taruman, serta sejumlah pesanggem yang selama ini turut mengelola lahan di kawasan tersebut. Sulam tanaman dilakukan untuk mengganti tanaman jati yang tidak tumbuh optimal sehingga kualitas tegakan tetap terjaga dan produktivitas hutan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Administratur KPH Purwodadi, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten, Arie Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan sulam tanaman merupakan bagian penting dari upaya pemeliharaan hutan produksi agar tetap lestari dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kegiatan sulam tanaman ini menjadi wujud komitmen Perhutani, dalam menjaga keberhasilan tanaman jati sekaligus mempertahankan kelestarian hutan. Kami mengapresiasi keterlibatan LMDH, dan para pesanggem, yang terus bersinergi dengan Perhutani. Dengan semangat kebersamaan, kami berharap tegakan jati di petak 41C, dapat tumbuh optimal serta memberikan manfaat ekonomi maupun ekologis bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ketua LMDH Sidareja, Qoirul Anang, menyampaikan bahwa masyarakat desa hutan selalu siap mendukung kegiatan Perhutani dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
“Kami dari LMDH Sidareja, sangat mendukung kegiatan sulam tanaman ini. Bagi kami, hutan bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga warisan yang harus dijaga bersama. Sinergi antara Perhutani, dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan pengelolaan hutan yang lestari,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pesanggem petak 41C, menyampaikan antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami para pesanggem, merasa bangga dapat terlibat langsung dalam perawatan tanaman jati ini. Dengan adanya kegiatan sulam tanaman, kami berharap hutan tetap subur, hasilnya baik di masa depan, dan masyarakat sekitar turut merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Perhutani, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat desa hutan. Semangat gotong royong dan sinergi yang terjalin diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, produktif, serta tetap menjaga fungsi ekologis kawasan hutan. (Komp-PHT/Pwd/Aris).
Editor: Tri
Copyright © 2026