KENDAL, PERHUTANI (20/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah, melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit), melaksanakan risk assessment, atau asesmen risiko di Destinasi Wisata Curug Sewu, serta penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Kecamatan Patean yang masuk kawasan hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, Selasa (20/01).
Kegiatan asesmen ini bertujuan untuk memastikan standar keamanan dan keselamatan wisata hutan, khususnya dalam aspek pencegahan risiko bencana alam, sekaligus mendukung pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Selain itu, asesmen internal ini juga dilakukan untuk memastikan data kehutanan yang dimiliki Perhutani akurat, kredibel, berkelanjutan, serta sesuai dengan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Wisata Divisi Regional Jawa Tengah, Sylvie, Kepala Sub Seksi Wisata Divisi Regional Jawa Tengah, beserta jajaran, Kepala Sub Seksi Agroforestri dan Ekowisata beserta jajaran, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, beserta jajaran, serta Kepala Pengelola Objek Wisata Curug Sewu, Aryo, bersama tim pengelola.
Kepala Seksi Wisata Divisi Regional Jawa Tengah, Sylvie, menyampaikan bahwa pelaksanaan risk assessment, ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan teknis sebelumnya sebagai langkah pembenahan sistem keamanan destinasi wisata berbasis hutan. Menurutnya, setiap lokasi wisata harus memiliki standar keselamatan dan prosedur pencegahan risiko guna meminimalkan kemungkinan terjadinya korban jiwa apabila terjadi bencana.
“Pemetaan risiko dan sistem pengamanan terpadu sangat penting untuk mendukung pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kami dapat mengukur sejauh mana pemenuhan standar keselamatan di lokasi wisata,” ujarnya.
Administratur KPH Kendal, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim Divisi Regional Jawa Tengah.
Ia, menekankan pentingnya membangun kesadaran pengelola wisata terhadap potensi risiko yang ada di kawasan wisata hutan.
“Hasil risk assessment, ini menunjukkan nilai yang baik. Ke depan, seluruh objek wisata di wilayah KPH Kendal, diharapkan mampu menerapkan standar keselamatan secara konsisten agar pengunjung merasa aman dan nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pengelola Objek Wisata Curug Sewu, Aryo, berharap kegiatan asesmen ini dapat meningkatkan mutu pengelolaan objek wisata sekaligus menarik minat kunjungan wisatawan.
“Keamanan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan wisata. Kami berharap seluruh pengelola wisata di wilayah KPH Kendal, dapat menerapkan standar keselamatan demi kenyamanan dan keselamatan para pengunjung,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Kendal, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan wisata hutan yang aman, profesional, dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdl/Tmy).
Editor: Tri
Copyright © 2026