Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, melibatkan jajaran BKPH Jatipohon, Perwira Pembina Jaga Wana Polres Grobogan, anggota Polisi Hutan Mobile (Polhutmob) KPH Purwodadi, serta pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Makmur. Sinergi lintas pihak tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan tebangan berjalan aman, tertib, transparan, serta bebas dari potensi kecurangan.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, menyampaikan bahwa tebangan di Petak 84D, RPH Jangglengan, memiliki luas 9,8 hektare, dengan target produksi sebesar 321,756 meter kubik kayu jati, dan 37,22 meter kubik kayu mahoni. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses penebangan di lapangan, pengukuran, penatausahaan kayu, hingga pengangkutan menuju Tempat Penimbunan Kayu (TPK).
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kebijakan Administratur KPH Purwodadi, terkait komitmen zero fraud guna mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih, profesional, dan akuntabel.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, melalui Administratur KPH Purwodadi, yang diwakili Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa pengamanan terpadu merupakan langkah strategis untuk menjaga aset negara sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan hutan.
“Pengamanan tebangan ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menerapkan kebijakan zero fraud. Kami memastikan seluruh proses, mulai dari penebangan hingga pengangkutan ke TPK, berjalan sesuai prosedur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sinergi dengan kepolisian, Polhutmob, serta dukungan LMDH, menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini,” ungkap Tutut.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, juga mendapat dukungan dari Perwira Pembina Jaga Wana Polres Grobogan, Aiptu Wahyu Setiawan, yang menegaskan bahwa keterlibatan Kepolisian, merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Perhutani dalam menjaga keamanan hutan dan kelancaran produksi.
“Kami hadir untuk memberikan pendampingan dan pengawasan agar kegiatan tebangan berjalan aman dan kondusif. Sinergi antara Perhutani, kepolisian, dan masyarakat sangat penting dalam mencegah gangguan keamanan hutan serta memastikan tidak ada penyimpangan di lapangan,” jelasnya.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jangglengan, Radik Saputro, menambahkan bahwa jajaran lapangan terus melakukan pemantauan intensif selama kegiatan berlangsung.
“Kami melakukan pengawasan secara berkelanjutan mulai dari proses penebangan, penandaan, pencatatan, hingga pengangkutan kayu. Dengan pengamanan terpadu ini, kami optimistis target produksi dapat tercapai dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan kelestarian hutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang aman, transparan, berintegritas, serta mendukung kelestarian sumber daya hutan bagi generasi mendatang. (Komp-PHT/Pwd/Aris).