KEDU UTARA, PERHUTANI (21/01/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Tempat Pengumpulan Getah (TPG), di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pagergunung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa, Desa Kembangan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, pada Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan berkelanjutan terhadap pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya getah pinus, agar tetap memenuhi standar mutu dan tata kelola yang telah ditetapkan.
Monitoring dan evaluasi difokuskan pada beberapa aspek penting, antara lain sistem penerimaan getah dari para penyadap, kelancaran angkutan getah, kebersihan area TPG, serta kualitas dan mutu getah pinus yang dikumpulkan. Selain itu, dilakukan pula pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan bahwa getah yang diterima di TPG berasal dari proses penyadapan yang sesuai dengan ketentuan teknis serta ditangani dengan baik sebelum diangkut ke tahap berikutnya.
Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan menjaga kualitas getah pinus, sebagai salah satu komoditas unggulan hasil hutan bukan kayu.
“Getah pinus merupakan HHBK, strategis yang memiliki nilai ekonomi penting. Oleh karena itu, Perhutani secara konsisten melakukan monitoring agar proses penerimaan, pengangkutan, hingga penyimpanan getah berjalan tertib, bersih, dan memenuhi standar mutu,” ujarnya.
Ia, menambahkan bahwa kebersihan TPG, menjadi perhatian serius karena sangat berpengaruh terhadap kualitas getah. Lingkungan TPG, yang bersih dan tertata tidak hanya mendukung mutu produk, tetapi juga mencerminkan profesionalisme pengelolaan. Selain itu, kelancaran angkutan getah perlu dipastikan agar getah tidak terlalu lama tertimbun, yang dapat memengaruhi kualitasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Administratur, juga memberikan arahan dan pembinaan kepada para penyadap terkait pentingnya menjaga kebersihan wadah sadap serta disiplin dalam proses pengumpulan getah. Sinergi antara Perhutani, dan para penyadap selaku mitra kerja dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi getah pinus.
Salah satu penyadap, Sutrisno, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang dilakukan oleh Perhutani. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para penyadap mengenai standar mutu getah serta tata cara penanganan yang benar.
“Dengan adanya pengecekan dan arahan dari Perhutani, kami sebagai penyadap jadi lebih paham bagaimana menjaga kualitas getah. Harapannya, hasil sadapan semakin baik dan berdampak pada peningkatan pendapatan kami,” ungkapnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Perhutani, KPH Kedu Utara, berharap pengelolaan getah pinus di RPH Pagergunung, dapat berjalan lebih optimal, tertib, dan berkelanjutan. Selain menjaga mutu HHBK, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Perhutani, dalam meningkatkan kesejahteraan penyadap serta mendukung pengelolaan hutan yang lestari dan bertanggung jawab. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026