KEDU UTARA, PERHUTANI (23/01/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa hutan melalui pembinaan tanaman kopi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Subur Makmur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan hutan petak 11, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kwadungan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, Desa Giripurno, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Rabu (21/01).
Pembinaan tanaman kopi ini, merupakan bagian dari upaya Perhutani, dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan. Tanaman kopi, dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta mampu memberikan tambahan penghasilan bagi pesanggem, tanpa mengesampingkan fungsi kelestarian kawasan hutan.
Administratur, Perhutani KPH Kedu Utara, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, Riry Osmaroza, menyampaikan bahwa Perhutani, mengutamakan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa hutan melalui kegiatan produktif yang bernilai ekonomi.
“Perhutani, berkomitmen mendorong masyarakat desa hutan agar memperoleh manfaat ekonomi dari kawasan hutan secara legal dan berkelanjutan. Tanaman kopi, menjadi salah satu komoditas unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pesanggem,” jelasnya.
Menurut Riry, pembinaan yang dilakukan di lapangan bertujuan untuk memastikan pengelolaan tanaman kopi, berjalan dengan baik sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen dapat terus meningkat. Dengan pengelolaan yang optimal, masyarakat desa hutan diharapkan memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Ketua LMDH Subur Makmur, Sukardi, mengungkapkan bahwa sinergi antara Perhutani, dan LMDH, memberikan dampak positif bagi perekonomian anggota.
“Melalui pembinaan ini, pesanggem mendapatkan arahan yang jelas dalam mengelola tanaman kopi. Harapannya, hasil panen meningkat dan secara langsung berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga pesanggem,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pesanggem, Kirman, menyampaikan bahwa pengembangan tanaman kopi di kawasan hutan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.
“Tanaman kopi, memberikan tambahan penghasilan bagi kami. Dengan adanya pembinaan dari Perhutani, kami lebih yakin hasil yang diperoleh ke depan bisa lebih baik,” katanya.
Melalui kegiatan pembinaan tanaman kopi ini, Perhutani, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan ekonomi masyarakat desa hutan, sekaligus menjaga pengelolaan kawasan hutan agar tetap produktif, lestari, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pihak. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026