BOGOR, PERHUTANI (26/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor mendukung pelaksanaan kegiatan Bitagure ke-5 yang diselenggarakan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Parung Panjang, pada 24–25 Januari 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Saka Wanabakti Kabupaten Bogor, Ade Soma, serta Asisten Perhutani (Asper) KBKPH Parung Panjang, Ihsan Gilang Ramadhan, selaku Majelis Pembina Saka Wanabakti Parung Panjang. Turut hadir Sekretaris Kwartir Ranting Parung Panjang dan Andalan Saka Kwartir Ranting Parung Panjang. Kegiatan ini diikuti oleh 10 Sanggar Bakti dengan jumlah peserta sekitar 118 orang.
Dalam keterangannya, Asper KBKPH Parung Panjang, Ihsan Gilang Ramadhan, menyampaikan bahwa kegiatan Bitagure ke-5 bertujuan memberikan wadah bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengembangkan minat dan potensi, serta membentuk generasi yang peduli terhadap hutan dan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab dalam pelestarian sumber daya alam, khususnya di bidang kehutanan.
Lebih lanjut, Ihsan menjelaskan bahwa meskipun jumlah peserta pada Bitagure Season 5 tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, antusiasme dan semangat peserta tetap tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan tersebut meliputi upacara pembukaan, sesi materi pengenalan Saka Wanabakti dan kehutanan, malam keakraban melalui pentas seni, kegiatan flying fox, penanaman sebanyak 130 pohon, hingga upacara penutupan.
“Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menambah pengalaman dan wawasan, serta mempererat tali persaudaraan antaranggota Pramuka,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Saka Wanabakti Kabupaten Bogor, Ade Soma, berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap lingkungan, mengenal Saka Wanabakti secara lebih mendalam, serta memperoleh pengalaman dan jejaring pertemanan yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan kepramukaan.
“Untuk menjadi seorang rimbawan atau pecinta alam yang profesional, diperlukan motivasi dan dedikasi untuk terus berlatih, belajar, serta mengembangkan pengetahuan dan pengalaman di bidang kepramukaan, kehutanan, dan lingkungan hidup,” pungkasnya. (Kom-PHT/Bgr/Gin)
Editor: MS
Copyright©2026