KEDU UTARA, PERHUTANI (27/01/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan kegiatan pendampingan tanaman kopi, kepada para pesanggem, bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Nastiti, di kawasan hutan petak 20, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Desa Candiyasan, Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, pada Jumat, (23/01), sebagai upaya Perhutani, dalam mengedepankan kesejahteraan masyarakat desa hutan.
Pendampingan tanaman kopi ini, dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan pengelolaan tanaman berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi para pesanggem. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kelestarian kawasan hutan agar tetap berfungsi secara ekologis dan sosial.
Administratur, Perhutani KPH Kedu Utara, melalui Wakil Administratur, Cecep Gusdiana, menyampaikan bahwa Perhutani, terus mendorong pemanfaatan kawasan hutan yang produktif melalui pengembangan komoditas bernilai ekonomi, salah satunya tanaman kopi.
“Perhutani, mengedepankan kesejahteraan masyarakat desa hutan dengan mendorong kegiatan yang mampu meningkatkan pendapatan pesanggem. Pendampingan tanaman kopi ini, diharapkan dapat meningkatkan hasil dan kualitas produksi, sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Cecep, menambahkan bahwa Perhutani, tidak hanya berfokus pada hasil ekonomi, tetapi juga memastikan pengelolaan kawasan hutan dilakukan secara tertib dan berkelanjutan. Melalui pendampingan langsung di lapangan, pesanggem diharapkan memahami tata cara pengelolaan lahan yang sesuai dengan aturan serta tetap menjaga fungsi hutan.
Ketua LMDH Nastiti, Kumpul Priyo Sunarko, mengapresiasi langkah Perhutani, yang secara konsisten memberikan pendampingan dan pembinaan kepada anggota LMDH, dan para pesanggem. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik dalam pengelolaan tanaman kopi di kawasan hutan.
“Kami menyambut baik pembinaan ini karena sangat membantu pesanggem dalam meningkatkan hasil kopi. Dengan arahan dari Perhutani, pengelolaan tanaman menjadi lebih terarah dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pesanggem, Suharto, mengaku merasakan manfaat dari adanya pendampingan tanaman kopi tersebut.
Ia, menyebutkan bahwa kopi, menjadi salah satu sumber penghasilan penting bagi keluarga pesanggem.
“Tanaman kopi, sangat membantu perekonomian kami. Dengan adanya pendampingan dan pembinaan dari Perhutani, kami menjadi lebih paham cara merawat tanaman agar hasilnya lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kegiatan pendampingan tanaman kopi ini, Perhutani KPH Kedu Utara, berharap sinergi dengan LMDH, dan pesanggem dapat terus terjalin dengan baik. Perhutani, menegaskan komitmennya untuk mengedepankan kesejahteraan masyarakat desa hutan melalui pengelolaan kawasan hutan yang produktif, tertib, dan lestari, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026