KEDIRI, PERHUTANI (28/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri bersama Lokha Sasana Sastra Jendra melaksanakan aksi penanaman 250 bibit produktif dan konservasi di petak 65d kawasan hutan lindung Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bajulan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pace, sebagai upaya menjaga kelestarian hutan dan ekosistem di lereng Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk, pada Rabu (28/01).
Administratur Perhutani KPH Kediri, Miswanto, melalui Asisten Perhutani (Asper) KBKPH Pace, Sulistyono, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Sinergi antara Perhutani, Lokha Sasana Sastra Jendra, masyarakat, dan relawan sangat krusial dalam menjaga kelestarian hutan. “Penanaman ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan upaya kita bersama menjaga warisan alam untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Aksi penanaman diikuti oleh Ketua Adat Lokha Sasana Sastra Jendra Mangku Dampri, Kepala Desa Bajulan Lauji, Kepala RPH Bajulan Sunyoto, Karang Taruna, Relawan Pelestari Lereng Wilis, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bajulan, serta warga sekitar.
Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi Beringin, Andong, Bentis, Sepreh, Randu, dan Mawar. Jenis tersebut dipilih untuk mendukung fungsi konservasi, menjaga tata air, dan memperkuat tebing di kawasan hutan lindung.
Ketua Adat Lokha Sasana Sastra Jendra, Mangku Dampri, menegaskan bahwa penanaman ini merupakan bentuk wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan lereng Wilis, wilayah Kabupaten Nganjuk. “Kami berharap bibit yang ditanam ini dirawat bersama agar tumbuh besar dan memberikan manfaat ekologis maupun ekonomis bagi masyarakat Desa Bajulan dan sekitarnya,” pungkasnya.
Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan serta keberlangsungan hutan di wilayah RPH Bajulan. (Kom-PHT/Kdr/Ton).
Editor:Lra
Copyright©2026