PURWODADI, PERHUTANI (31/01/2026) | Dalam rangka pengawalan serta memastikan tercapainya target produksi Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) Perhutani Tahun 2026, Administratur Perhutani KPH Purwodadi bersama jajaran manajemen melaksanakan kegiatan pengecekan lapangan di wilayah BKPH Bandung, Rabu (28/01).
Kegiatan pengecekan lapangan tersebut dilaksanakan langsung Administratur Perhutani KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan didampingi Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Kepala Seksi Keuangan, SDM, Umum dan IT, serta jajaran BKPH Bandung. Kegiatan ini juga dihadiri masyarakat yang terlibat sebagai tenaga kerja dalam pelaksanaan Agroforestry Tebu Mandiri.
Pengecekan dilakukan di lokasi ATM BKPH Bandung yang berada di Petak 62F1 dan 62F2 RPH Pekuwon dengan luas 9,18 hektare dan target produksi sebesar 642,600 ton. Selain itu, rombongan meninjau lokasi ATM di Petak 47D dan 49B RPH Dersemi seluas 7,94 hektare dengan target produksi 555,509 ton. Secara keseluruhan, luas Agroforestry Tebu Mandiri di BKPH Bandung mencapai 17,12 hektare dengan target produksi sebesar 1.198,11 ton pada musim panen tahun 2026.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan lapangan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam memastikan seluruh tahapan pengelolaan Agroforestry Tebu Mandiri berjalan sesuai rencana dan standar teknis yang telah ditetapkan.
“Pengecekan ini bertujuan memastikan kondisi tanaman tebu, kesiapan lahan, serta pelaksanaan teknis di lapangan berjalan optimal sehingga target produksi tahun 2026 dapat tercapai. Sinergi antara manajemen, petugas lapangan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program Agroforestry Tebu Mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Purwodadi Yunasri menjelaskan bahwa secara umum kondisi tanaman tebu di wilayah BKPH Bandung menunjukkan perkembangan yang baik dan sesuai dengan rencana produksi.
“Kami terus melakukan monitoring dan pendampingan teknis agar produktivitas tanaman tetap terjaga. Dengan luasan 17,12 hektare dan target produksi hampir 1.200 ton, diperlukan pengelolaan yang intensif mulai dari pemeliharaan hingga persiapan panen,” jelasnya.
Keterlibatan masyarakat sekitar hutan turut memberikan dampak positif terhadap keberhasilan program tersebut. Salah seorang tenaga kerja dari desa sekitar lokasi ATM Suparno mengungkapkan apresiasinya terhadap program Agroforestry Tebu Mandiri.
“Kami merasa terbantu dengan adanya kegiatan Agroforestry Tebu Mandiri ini. Selain menambah penghasilan, kami juga ikut menjaga dan merawat tanaman agar hasilnya maksimal. Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pengecekan lapangan tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap pelaksanaan Agroforestry Tebu Mandiri di BKPH Bandung dapat berjalan optimal, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan dan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Pwd/Aris)
Editor: Tri
Copyright © 2026