BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (01/02/2026)| Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, terus berkomitmen mengoptimalkan potensi wisata alam berbasis pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan intensif untuk membahas keberlanjutan kerja sama pengelolaan Wana Wisata Payau Tritih, bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Purwalestari, di Desa Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Senin, (02/02/2026).

Pertemuan strategis ini difokuskan pada evaluasi perjanjian kerja sama (PKS), yang telah berjalan serta penyusunan proyeksi pengembangan destinasi ke depan agar tetap kompetitif dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur, KPH Banyumas Barat, yang diwakili Kepala Sub Seksi (KSS) Kemitraan, KPH Banyumas Barat, Kaswan. Turut mendampingi Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, Kusnadi, beserta jajaran staf terkait. Dari pihak mitra hadir Ketua LMDH Purwalestari, Sarwono, didampingi pengurus dan anggota.

Dalam sambutannya mewakili Administratur, Kaswan, menyampaikan bahwa Wana Wisata Payau Tritih, memiliki karakteristik unik sebagai wisata edukasi mangrove yang berada di tengah Kota Cilacap.

“Perhutani, sangat mengapresiasi loyalitas LMDH Purwalestari, dalam menjaga kawasan ini. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Ke depan diperlukan inovasi dalam pengelolaan agar Wana Wisata Payau Tritih, tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan dan konservasi yang mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Kaswan, menekankan pentingnya legalitas serta pembaruan dokumen kerja sama yang selaras dengan regulasi terbaru mengenai perhutanan sosial. Hal tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak dalam mengembangkan fasilitas maupun daya tarik wisata baru di dalam kawasan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BKPH Rawa Timur, Kusnadi, menambahkan bahwa koordinasi lapangan antara petugas Perhutani, dan anggota LMDH, harus semakin solid.

Ia, menyoroti aspek kebersihan, keamanan, serta pemeliharaan vegetasi mangrove sebagai aset utama wisata tersebut.

“Prospek ke depan sangat terbuka lebar, terutama dengan tren ecotourism, yang sedang meningkat. Kami dari jajaran BKPH Rawa Timur, siap memberikan pendampingan teknis agar pengembangan sarana dan prasarana di Payau Tritih, tetap mengedepankan aspek kelestarian hutan,” katanya.

Sementara itu, Ketua LMDH Purwalestari, Sarwono, menyambut baik komitmen Perhutani, dalam melanjutkan kemitraan tersebut.

Ia, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa rencana pengembangan, termasuk peningkatan fasilitas track, mangrove dan penambahan titik-titik swafoto yang lebih modern untuk menarik minat wisatawan.

“Kami berterima kasih kepada Perhutani, KPH Banyumas Barat, atas bimbingannya selama ini. Kami berharap pembahasan kelanjutan kerja sama ini segera mencapai kesepakatan final, sehingga kami memiliki dasar yang kuat untuk menggandeng pihak ketiga atau investor dalam rangka mempercantik Wana Wisata Payau Tritih,” tuturnya.

Pertemuan diakhiri dengan diskusi teknis mengenai pembagian peran dalam pengelolaan harian serta rencana aksi jangka pendek untuk menyambut musim liburan mendatang. Sinergi antara Perhutani, dan LMDH Purwalestari, diharapkan menjadi contoh pengelolaan wisata hutan mangrove yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Cilacap. (Kom-PHT/Byb/Twn).

Editor: Tri

Copyright © 2026