BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (03/02/2026) | Sinergi demi kelestarian alam ditunjukkan oleh Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, bersama keluarga besar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cilacap. Bertempat di kawasan konservasi Hutan Payau Tritih, puluhan bibit mangrove, ditanam dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) SMKN 1 Cilacap ke-58, pada Senin, (03/02).

Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur, KPH Banyumas Barat, yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, Kusnadi. Turut mendampingi di lapangan, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tritih, Warman, beserta jajaran personel Perhutani yang memandu teknis penanaman.

Dari pihak sekolah, Kepala SMKN 1 Cilacap, Sri Widiarti, memimpin langsung rombongan yang terdiri dari guru serta sekitar 50 siswa. Para siswa tampak antusias turun ke area berlumpur untuk menanam bibit mangrove meskipun cuaca di pesisir cukup terik.

Dalam sambutannya, Kusnadi, menyampaikan pesan Administratur, KPH Banyumas Barat, yang mengapresiasi SMKN 1 Cilacap, atas kepeduliannya terhadap lingkungan. Menurutnya, pelibatan generasi muda dalam kegiatan lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi bumi.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif dari SMKN 1 Cilacap. Hutan mangrove, memiliki fungsi vital, bukan hanya sebagai penahan abrasi dan tsunami, tetapi juga sebagai penyerap karbon yang efektif. Dengan menanam hari ini, adik-adik siswa telah berkontribusi nyata bagi keberlangsungan hidup di masa depan,” ujar Kusnadi.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Cilacap, Sri Widiarti, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT sekolah ke-58.

Ia, berharap momen pertambahan usia sekolah tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial dan kepedulian lingkungan.

“Di usia yang ke-58 ini, kami ingin menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik. Hutan Payau, Tritih, adalah kekayaan alam Cilacap, yang harus kita jaga bersama. Kami berharap sinergi dengan Perhutani ini, dapat terus berlanjut sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati terhadap alam,” tutur Sri Widiarti.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 siswa, tersebut berjalan lancar. Para siswa juga mendapatkan edukasi singkat dari petugas RPH Tritih, mengenai tata cara penanaman mangrove yang benar agar bibit dapat bertahan hidup serta tumbuh optimal pada ekosistem payau.

Kepala RPH Tritih, Warman, menambahkan bahwa kawasan Hutan Payau, Tritih, selama ini terbuka bagi kegiatan edukasi maupun penelitian.

Ia, berharap bibit mangrove yang ditanam menjadi penguat ekosistem sekaligus pengingat atas peringatan HUT sekolah.

“Kehadiran siswa SMKN 1 Cilacap, memberikan energi positif. Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini menjadi saksi sejarah pertumbuhan sekolah sekaligus kelestarian alam Cilacap,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen untuk memantau pertumbuhan bibit yang telah ditanam sebagai bentuk tanggung jawab berkelanjutan terhadap lingkungan. (Kom-PHT/Byb/Twn).

Editor: Tri

Copyright © 2026